10.200 Kilogram Migor Curah Disalurkan ke Pengecer di Sleman

MENUANGKAN MINYAK : Pekerja menuangkan minyak goreng curah ke dalam jerigen milik pedagang pengecer di Pasar Condongcatur, Sleman, Jumat (20/5) / SMJogja.com-Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Saat ini masih banyak dijumpai pedagang yang menjual minyak goreng curah diatas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Berdasar pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagagan (Disperindag) Sleman, harga minyak curah di pasaran berkisar Rp 15.000-Rp 17.000/kg. 

Harga ini melampaui HET kepada konsumen sebesar Rp 15.500/kg. Untuk membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng curah dengan harga terjangkau, Bulog dan Pemkab Sleman kembali mengadakan operasi pasar. Kegiatan ini sudah berjalan sejak April 2022.

Pada tahap awal sasarannya adalah konsumen. Kali ini, penyaluran menargetkan pedagang pengecer yang tersebar 14 pasar tradisional. “Sasaran operasi pasar yang dilangsungkan hari ini dan besok sebanyak 220 pedagang. Kami prioritaskan untuk pengecer, tapi jika stok masih ada, kami akan buka peluang bagi masyarakat dan UMKM,” kata Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman Kurnia Astuti disela penyaluran minyak goreng curah di Pasar Condongcatur, Jumat (20/5).

Supaya memastikan distribusi tepat sasaran, pihaknya bekerjasama dengan petugas untuk mendata pedagang yang menjual minyak goreng curah. Adapun lokasinya meliputi Pasar Tempel, Gendol, Sleman 1, Sleman 2, Denggung, Cebongan, Sambilegi, Condongcatur, Gamping, Godean, Pakem, Kalasan, Prambanan, dan Potrojayan.

Read More

“Fokus kami adalah pasar-pasar yang permintaan minyak gorengnya tinggi. Beberapa pasar ada juga yang menjadi indikator pantauan harga kami,” terang Nia.

Kepala Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Muhammad Attar Rizal mengatakan, sebanyak 10.200 kg minyak goreng telah disiapkan pada operasi pasar ini. Komoditas tersebut dijual ke pedagang dengan harga Rp 13.000/liter atau Rp 14.389/kg. “Barang tersebut harus dijual ke konsumen sesuai HET, masih ada margin keuntungan. Kami berharap Pemkab dapat memonitor agar penjualannya tidak melebihi ketentuan,” ujarnya.

Sampai saat ini, Bulog telah menyiapkan stok sebanyak 46.950 kg dengan rincian untuk DIY sejumlah 23.950 kg, Kedu 5.000 kg, dan Banyumas 18.00 kg. Salah satu pedagang sembako di Pasar Condongcatur, Slamet Widayati (60) mengatakan, dengan adanya operasi pasar ini bisa mendapatkan barang dengan harga lumayan murah. Dengan begitu, harga jual ke konsumen juga dapat ditekan.

“Selama ini kulakannya saja sudah Rp 16 ribu dalam kondisi diplastik siap jual. Saya cuma ambil untung Rp 1.000,” ucapnya.

Dalam sehari, dia bisa menjual 35-40 kilogram minyak goreng curah. Untuk memenuhi kebutuhan stok, pada operasi pasar ini dia membeli sebanyak 143 kilogram.

Related posts

Leave a Reply