Sebelas Bahasa Ibu Punah, 27 Terancam

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud Ristek, Prof Aminudin Aziz dan Kepala Balai Bahasa DIY, Dwi Pratiwi menyampaikan pentingnya revitalisasi bahasa ibu / Agung PW

JOGJA, SMJogja.com – Sebanyak sebelas bahasa ibu dari sejumlah daerah di Indonesia mengalami kepunahan. Selain itu, ada 27 lagi bahasa ibu yang juga terancam punah. Kondisi tersebut harus diantisipasi kalau tak ingin semakin banyak bahasa ibu yang mengalami kepunahan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud Ristek, Prof Aminudin Aziz di sela-sela rapat kerja membahas pentingnya revitalisasi bahasa ibu. Para pengambil kebijakan terkait kebahasaan mengikuti kegiatan yang berlangsung di Hotel New Saphir, kemarin.

”Total bahasa ibu di Indonesia ada 718, 27 di antaranya terancam punah dan 11 sudah punah. Data ini berdasarkan tahun 2021,” ungkap Aminudin.

Bahasa ibu yang terancam punah dan punah sebagian besar dari daerah di kawasan timur Indonesia. Tak ada lagi masyarakat yang menggunakannya. Jumlah penutur di daerah tersebut juga tidak sebanyak di daerah lain sehingga perlu langkah-langkah antisipasi.

Read More

Data Unesco

Aminudin menjelaskan berdasarkan data dari bdan pendidikan, kelimuah dan kebudayaan dunia, Unesco, setiap dua minggu sekali terjadi kemunduran bahasa ibu di seluruh dunia. Badan itu juga menyebutkan dalam 30 tahun terakhir terdapat 200 bahasa ibu di berbagai belahan bumi mengalami kepunahan.

”Karena itulah penting melakukan reorientasi, revitalisasi bahasa ibu supaya bahasa tersebut terus berkembang dan tidak mengalami kepunahan. Kami mendorong penggunaan bahasa ibu di mana saja, gunakan secara kreatif dan jangan terkungkung dengan istilah proteksi. Bahasa jangan diproteksi tetapi dikembangkan,” paparnya.

Kepala Balai Bahasa DIY, Dwi Pratiwi menambahkan sebenarnya sudah ada peraturan daerah yang mengatur tentang pengunaan bahasa daerah sehari-hari. Namun demikian, memerlukan revitalisasi supaya pengunaannya semakin massif dan menyenangkan.

”Penggunaan bahasa daerah yang menyenangkan membuat semua orang, terutama siswa di sekolah, merasa nyaman. Mereka boleh berkreasi dengan bahasa daerah, tidak tertekan menggunakan bahasa daerah sehingga bahasa ini dapat berkembang,” imbuhnya

Related posts

Leave a Reply