1,9 Persen Hewan Kurban Terpapar Cacing Hati

Sapi di Sleman mulai memperoleh vaksinasi PMK, Sabtu (25/6/2022) / dok

SLEMAN, SMJogja.com – Petugas monitoring pemotongan hewan kurban di Sleman mendapati sejumlah ternak terpapar cacing hati (fasciola). Selama masa penyembelihan kurban dari hari H Idul Adha tanggal 9 atau 10 Juli hingga berakhir tasyrik tanggal 13 Juli 2022, tercatat 487 hewan terjangkit cacing hati.

Paling banyak ditemukan pada ternak sapi sejumlah 461 ekor. Sementara, temuan kasus pada domba dan kambing masing-masing sebanyak 20 dan 6 ekor. “Total jumlah ternak yang dipotong pada Idul Adha tahun ini ada 24.825 ekor, dan yang terkena cacing hati dilaporkan 487 ekor atau sekitar 1,9 persen,” kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Suparmono, Kamis (14/7).

Meski terpapar cacing hati, daging ternak tersebut aman untuk dikonsumsi, hanya bagian hatinya saja yang dibuang. Dibandingkan tahun lalu, temuan fasciola mengalami peningkatan dimana saat Idul Adha 2021 hanya terdapat 160 kasus atau 0,9 persen. 

Hal itu, menurut Pram, dikarenakan lebih banyak titik potong yang bisa dipantau oleh petugas. Berbeda dengan kondisi saat masa pandemi dimana tidak semua titik pemotongan dapat terpantau. Meningkatnya laporan ternak yang terkena cacing hati juga tidak lepas dari upaya sosialisasi pada takmir masjid atau panitia kurban sehingga paham tentang produk hewan yang sehat. 

Read More

Selain penyakit fasciola, pada saat monitoring diketemukan pula satu ternak yang mengarah bergejala penyakit mulut dan kuku (PMK). Ternak tersebut tetap boleh dipotong tapi bagian kepala, kaki, dan jeroan diafkir. “Kami juga menerima laporan 7 ekor sapi yang mengalami pneumonia. Untuk kondisi semacam ini, paru-parunya saja yang dibuang sedangkan daging dan bagian lainnya aman tetap aman dikonsumsi,” terangnya.

Pada Idul Adha kali ini terdapat 349 personel yang diterjunkan untuk memantau kegiatan pemotongan kurban. Petugas tidak hanya dari dinas tapi juga melibatkan pihak lain yang berkompeten seperti kader kesehatan hewan, mahasiswa FKH UGM dan KKN, dokter hewan praktik mandiri serta takmir yang sudah dilatih. Mereka disebar di 2.586 titik.

Jumlah ternak yang dipotong juga naik dibanding tahun lalu yang hanya mencatatkan angka 17.676 ekor. Ditengah situasi wabah PMK, kesadaran masyarakat untuk membeli ternak yang sehat juga meningkat. Hingga menjelang Idul Adha, dinas telah menerbitkan 873 Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) baik dalam kabupaten maupun antar kabupaten dan antar provinsi.

“Jumlah SKKH yang dikeluarkan jauh lebih banyak bahkan tahun kemarin tidak ada permohonan SKKH dalam Kabupaten Sleman. Tahun ini karena  terjadibkasus PMK, maka setiap ternak yang dilalulintaskan atau ternak yang akan diperjualbelikan harus disertai dengan SKKH,” kata Pram.

Related posts

Leave a Reply