5.000 Sambungan Gas Bumi Akan Dipasang di Sleman

SLEMAN, SMJogja.com – Infrastruktur jaringan gas bumi akan segera dibangun di Kabupaten Sleman. Rencana realisasi ini menyusul penandatanganan kerjasama antara Pemkab Sleman dengan Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui Sales and Operation Region (SOR) III pada akhir Oktober lalu. 

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menjelaskan, untuk tahap awal, sasaran prioritasnya sekitar 5.000 Sambungan Rumah Tangga (SR). “Kami sudah melakukan sosialisasi di Kapanewon Depok, Ngaglik dan Melati. Di sana banyak perguruan tinggi sehingga harapannya masyarakat akan lebih diringankan dengan membayar gas,” katanya, baru-baru ini.

Pemkab nantinya memfasilitasi titik lokasi yang dibutuhkan oleh PGN. Demikian pula dari sisi perizinan juga akan diperlancar mengingat program tersebut diluncurkan demi kemandirian energi nasional. “Nanti kami fasilitasi titik mana saja yang diperlukan PGN, kami bantu sehingga tidak membuka lahan sendiri. Dipastikan kegiatan ini bisa berjalan dengan baik,” kata Kustini.

Pihaknya menyambut baik program itu. Selama ini, kebutuhan energi di Sleman sangat tinggi karena ada ribuan mahasiswa yang tinggal di daerah ini. Selain terdapat tujuh perguruan tinggi negeri dan puluhan kampus swasta, Sleman juga memiliki banyak hotel dan restoran. 

Read More

“Sleman ini penduduknya padat, banyak mahasiswanya juga. Pastinya kebutuhan energi mereka ini sangat besar. Oleh karena itu kami berharap pembangunan jaringan gas bumi ini bisa terlaksana secepatnya,” ucapnya.

Dalam keterangan persnya, General Manager, SOR III PGN, Edi Armawiria mengatakan, proses perijinan, penentuan jalur, dan utilisasi ditargetkan selesai pada bulan November. Setelahnya, tahap konstruksi akan mulai dijalankan. Berbarengan dengan itu akan dilakukan sosialisasi ulang ke masyarakat.

Nantinya, PGN akan membangun Hub di Sleman sebagai infrastruktur distribusi gas ke pelanggan di Sleman dan Yogyakarta. “Konsep kami di Sleman dan Yogyakarta berbeda dengan gas pipa yang disalurkan dari sumber pasokan yang langsung dialirkan ke pelanggan. Ini adalah program Beyond Pipeline, yaitu sumber pasokan gas dibawa melalui moda transportasi, dikompres menjadi CNG (compressed natural gas) atau LNG (liquified natural gas) kemudian dibawa ke Sleman,” terangnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, jargas di Sleman tidak menggunakan dana APBN, melainkan penugasan negara ke Badan Usaha untuk bisa menggantikan konsumsi LPG masyarakat yang cukup tinggi. Apalagi 80 persen material LPG adalah impor. 

Sebagai acuan implementasi program Gas Kita, pihak PGN sebelumnya telah melakukan survei daya beli masyarakat di Sleman dan Yogyakarta. Sasaran program ini khususnya adalah rumah tangga, komersial, bisnis, dan UMKM.

Related posts

Leave a Reply