500 Pelari Susuri Keindahan Candi di Sleman

SLEMAN, SMJogja.com РPerhelatan tahunan Sleman Temple Run (STR) akan kembali digelar pada 20 November mendatang. Tahun ini, event sport tourism menyusuri destinasi wisata candi itu bakal diikuti 500 peserta. 

Sejumlah pelari dari manca negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan India juga bakal turut berpartisipasi. “Kami sudah siapkan rute dengan start dan finish di Candi Banyunibo untuk tiga kategori masing-masing 25K, 13K, dan 7K. Supaya memberikan pengalaman lebih kepada peserta, dalam event kali ketujuh ini mereka diperbolehkan melintasi area taman candi,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Ishadi Zayid, Jumat (11/11).

Tidak sekedar memperebutkan hadiah trofi dan uang, para peserta akan diajak menikmati keindahan alam didukung kekayaan destinasi candi yang ada di kawasan Sleman timur. Terlebih, event olahraga lari dari candi ke candi ini adalah satu-satunya di dunia. Hal itu sejalan dengan ikon Sleman sebagai Kabupaten Seribu Candi. 

“Ajang tersebut merupakan salah satu strategi promosi untuk menggaet wisatawan. Sejak pertama kali diadakan tahun 2015, STR memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap angka kunjungan khususnya di destinasi candi,” terang Zayid.

Read More

Sebelum pandemi Covid-19 melanda, STR biasanya diselenggarakan setiap bulan Juni atau Juli dengan jumlah peserta 1.000-1.200 orang. Namun sejak 2021, event ini dilaksanakan di bulan November dan peserta dibatasi maksimal 500 orang. Bahkan sebelumnya, penyelenggaraan STR sempat vakum selama satu tahun akibat pandemi.  

Menggelar event outdoor saat memasuki musim hujan, diakui Zayid ada beberapa tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah track yang licin. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menyiapkan petugas mobile yang siaga di water station. Petugas ini dilengkapi sarana motor trail sehingga bisa cepat meluncur jika ada kejadian darurat.

Selain itu, panitia juga sudah berkoordinasi dengan Tagana dan BPBD serta menyiagakan tim medis. “Ke depan, kami akan minta masukan dari para runner terkait waktu yang sekiranya pas untuk diadakan event ini. Kemarin memang sempat mundur dari biasanya pertengahan tahun dikarenakan kondisi pandemi,” ujarnya.

Agar pelaksanaannya sesuai standar, mulai tahun depan, dinas juga berencana menggandeng organisasi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Race Director STR 2022, Roostian Gamananda mengatakan pihaknya selalu melakukan evaluasi. Contohnya tahun ini, warga setempat banyak yang dilibatkan untuk tampil dalam pagelaran seni budaya.

“Nanti ada agenda pentas seni budaya tradisional dari warga dusun yang dilewati rute STR. Mereka akan menghibur dan menyambut para pelari di beberapa titik antara lain Watu Balik, Umbulsari, Candi Ijo, Gunungsari, Spot Riyadi, dan Candi Barong,” katanya.

Related posts

Leave a Reply