60 Event Bakal Semarakkan Sleman Sepanjang Tahun Ini

SLEMAN, SMJogja.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman meluncurkan Calendar of Event 2023. Kalender ini memuat tidak kurang dari 60 event skala lokal, nasional, dan internasional yang akan diselenggarakan di Sleman pada tahun ini.

Ada beberapa agenda yang tergolong highlight karena menjadi magnet kunjungan wisatawan yang cukup besar. Event tersebut diantaranya Festival Van der Wijck (2-3 Juni), Prambanan Jazz Festival (7-9 Juli dan 14-16 Juli), Tour de Merapi (25 Juli), Sleman Creative Weeks (20-22 Oktober), Sleman Temple Run (5 November), Ngayogjazz (18 November), dan Jogja International Heritage Walk (18-19 November). 

“Melalui peluncuran Calendar of Event ini, wisatawan baik nusantara maupun mancanegara bisa sejak jauh hari merencanakan waktu kunjungan ke Sleman. Sehingga dapat meningkatkan belanja wisatawan dan lama tinggal yang pada akhirnya akan menggerakkan sektor lain seperti pertanian, ekonomi kreatif, UMKM, transportasi, akomodasi, dan usaha jasa pariwisata lainnya,” kata Kepala Dispar Sleman Ishadi Zayid saat peluncuran Calendar of Event 2023 di Sleman City Hall, Jumat (20/1).

Dalam penyusunan kalender event ini, pihaknya menggandeng berbagai pihak antara lain OPD, kapanewon, perguruan tinggi, pusat perbelanjaan, destinasi, dan beberapa event organizer. Tahun ini ditargetkan setidaknya 8 juta wisatawan akan berkunjung ke Sleman. 

Read More

Kondisi pandemi Covid-19 yang sudah melandai ditambah kebijakan pencabutan PPKM, menjadikannya optimis target itu bakal tercapai. Terlebih tahun lalu, angka kunjungan mampu menembus 7,5 juta orang. 

“Dengan adanya Calendar of Event ini kami harapkan bisa mendongkrak 20 persen dari belanja wisatawan, dan sekitar 20-25 persen kenaikan untuk length of stay (lama tinggal),” ujar Zayid.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, daerahnya memiliki banyak keunggulan yang bisa ditawarkan kepada wisatawan. Peluncuran Calendar of Event akan semakin memudahkan masyarakat mengakses informasi agenda pariwisata yang ada di Bumi Sembada.

Dalam rangka mewujudkan hal itu, menurut dia, hal yang perlu disiapkan terutama menyangkut kapasitas SDM di semua lini. “Saya minta semua OPD bisa membantu menyebarkan kalender event ini saat ada kunjungan tamu. Jika pariwisata sukses, capaian PAD (pendapatan asli daerah) juga akan ikut terdongkrak,” katanya. 

Pada tahun 2023 ini, sektor pariwisata diharapkan mampu menyumbang pemasukan ke kas daerah sebesar Rp 5,5 miliar. Nominal itu hanya berasal dari retribusi diluar target pajak hotel dan restoran. Adapun realisasi tahun kemarin sekitar Rp 4,6 miliar.

Related posts

Leave a Reply