Ancaman Erupsi Merapi Meluas, Wonokerto Tambah 1 Barak 

Suasana pengungsian salah satu barak erupsi Merapi di Sleman. / SMJogja.com-Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com -Kalurahan Wonokerto di Kapanewon Turi, Sleman masuk dalam salah satu daerah rawan bencana erupsi Merapi. Merujuk rencana kontingensi erupsi yang ditetapkan Pemkab Sleman, terdapat empat padukuhan di Wonokerto yang masuk kawasan rawan meliputi Tunggularum, Gondoarum, Sempu, dan Manggungsari. 

Total jumlah penduduk dari empat wilayah itu mencapai hampir 3.000 jiwa. Meski banyak warga yang beresiko terkena dampak erupsi, di lain sisi kapasitas barak belum sepenuhnya memadai.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengungkapkan, selama ini hanya ada satu barak di Wonokerto yang berlokasi di depan kantor kalurahan setempat. Kapasitasnya pun sangat minim, hanya mampu menampung sekitar 50 KK.”Barak yang ada sekarang ukurannya hanya kecil, ditambah situasi pandemi Covid-19 mengharuskan jaga jarak,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (11/2).

Dikarenakan keterbatasan fasilitas barak, rekontingensi selama ini dilakukan dengan menyebar pengungsi ke kalurahan terdekat seperti Bangunkerto. Opsi barak lainnya adalah gedung TK ABA Wonokerto, SDN Nganggrung, SDN Banyuurip 1, dan Pendopo Dusun Wisata Pulesari. Selain itu, beberapa warga ada yang mengungsi ke rumah kerabat.

Read More

Di tengah kondisi minimnya kapasitas barak, radius ancaman erupsi Merapi ke arah sektor selatan-barat daya semakin luas. Berdasar rekomendasi Badan Geologi Kementerian ESDM per 26 Januari 2022, potensi guguran lava dan awan panas menuju Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng ditingkatkan menjadi maksimal 7 km atau bertambah 2 km dari rekomendasi terakhir yang dirilis pada 25 Juni 2021. 

“Dengan adanya rekomendasi terbaru itu tentu berdampak pada wilayah Sleman. Terutama yang ada di sisi barat daya lereng Merapi seperti Dusun Tunggularum Wonokerto, Kemirikebo Girikerto, dan Tritis Turgo Pakem,” paparnya.

Karenanya sebagai langkah antisipasi, pemerintah dalam hal ini BPBD DIY membangun satu lagi barak di Wonokerto. Lokasi barak ini bersebelahan dengan kantor Kapanewon Turi. Jaraknya kurang lebih 3,5 km dengan barak eksisting. “Barak yang baru ini dibangun oleh provinsi memanfaatkan tanah kas desa. Kalau dalam situasi normal bisa menampung seribuan orang, tapi di masa pandemi hanya sepertiganya saja,” jelas Bambang.

Saat ini, proses pengerjaan bangunan barak sudah hampir rampung, tinggal finishing toilet.

Related posts

Leave a Reply