Bahas Dampak Pandemi Covid-19, UAJY Ikuti Konferensi Internasional

Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY saat mengikuti IRSA 2022 di Lombok / ist

JOGJA, SMJogja.com – Pandemi Covid-19 masih menjadi perhatian serius di berbagai bidang karena dampaknya juga di semua lini kehidupan. Pada Konferensi Internasional Indonesian Regional Science Association (IRSA) 2022 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, topik itu juga menjadi bahasan utama.

Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengikuti kegiatan tersebut dan mempresentasikan kajian ilmiahnya. Konferensi bertujuan mendorong kemajuan riset di bidang regional. Peserta melakukan presentasi, diskusi dan debat terbuka, transfer pengetahuan, strategi perumusan kebijakan, dan jejaring antara para peneliti dan pembuat kebijakan di dalam dan luar negeri.

Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan FBE, Dr Y Sri Susilo mengungkapkan topik dalam konferensi IRSA tahun ini ”Covid-19 Disruption and Regional Development in Small Island Economies”. Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan berpartisipasi dan mempresentasikan empat makalah ”Local Economic Resilience in Java During Covid-19 Pandemic”, ”Does Economic Diversity Help Economic Resilience? The Agglomeration Area in Java During the Covid-19 Pandemic”, ”Trust in Government and Flood Preparedness Among Households in Developing Countries Megacities: The Case of Jakarta, Indonesia”, dan ”Pandemic and Income Distribution: Java 1920s”.

Beberapa dosen yang mempresentasikan yakni A Gunadi Brata, AM Rini Setyastuti, Sigit Triandaru, A Sukamto, Yenny Patnasari dan A Edi Sutarta. Makalah-makalah tersebut merupakan hasil kolaborasi riset Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY dengan peneliti dari lembaga lain (dalam dan luar negeri) dan juga Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY.

Read More

”Makalah hasil riset akan diupayakan untuk dipublikasikan dalam jurnal bereputasi nasional maupun internasional,” ujar Sri Susilo.

Pemulihan Ekonomi

Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Unram, Prof Dr Mansur Afifi mengungkapkan hasil konferensi internasional dapat menjadi pedoman bagi perekonomian daerah dan nasional dalam pembuatan kebijakan. Hasil konferensi juga memberikan kontribusi pemikiran yang memungkinkan untuk mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi regional.

Dalam konferensi IRSA ke-17 hadir narasumber dari berbagai negara dengan pembicara utama John Gibson (Guru Besar University of Waikato). Sesi pleno selama dua hari dibagi menjadi dua topik. Topik ”Covid-19 Disruption” dengan pembicara Alessandra Faggian (Director of Social Sciences and Vice Provost for Research, Gran Sasso Science Institute) dan Fukunari Kimura (Chief Economist Economic Institute for ASEAN and East Asia/ERIA).

Topik ”Small Island Economies” dipresentasikan oleh Amalia Adininggar Widyasanti (Deputy for Economic Affairs, BAPPENAS) dan Ida Aju Resosudarmo (Peneliti Crawford School of Public Policy, Australian National University).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu RI, Febrio Kacaribu mengatakan terjadinya peningkatan ketidakpastian global pasca pandemi Covid-19 menjadi tantangan semua pihak. Pemerintah membutuhkan banyak masukan dan saran dalam berbagai kebijakan ekonomi dari kalangan akademisi dan masyarakat agar dapat merumuskan kebijakan yang dapat menjawab permasalahan dengan tepat.

Related posts

Leave a Reply