Gerakan Revitalisasi Bahasa Jawa Dimulai dari Wonokromo

Balai Bahasa Provinsi DIY
SM/dok - BAHASA JAWA: Kepala BBY, Dwi Pratiwi didampingi tokoh ulama dan budayawan HM Nasruddin Anshoriy (Gus Nas), Lurah Kalurahan Wonokromo Machrus, penulis buku-buku Keistimewaan Yogya Dr Haryadi Baskoro, dan dosen Vokasi UGM Bahrul Fauzi Rosyidi MBA CSA audiensi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X terkait rencana gerakan restorasi, refungsionalisasi, dan revitalisasi Bahasa Jawa.

YOGYAKARTA, SMJogja.com – Balai Bahasa Provinsi DIY (BBY) siap menginisiasi pelaksanaan gerakan restorasi, refungsionalisasi, dan revitalisasi Bahasa Jawa. Gerakan ini akan diawali dari Kalurahan Wonokromo, Kabupaten Bantul yang bertepatan dengan event budaya Tradisi Rabu Pungkasan pada 20 September mendatang.

Kepala BBY, Dwi Pratiwi mengatakan, sebelum pelaksanaan gerakan ini, ia bersama sejumlah tokoh beraudensi terlebih dahulu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kantor Kepatihan, beberapa waktu lalu.

Ia didampingi tokoh ulama dan budayawan HM Nasruddin Anshoriy (Gus Nas), Lurah Kalurahan Wonokromo Machrus, penulis buku-buku Keistimewaan Yogya Dr Haryadi Baskoro, dan dosen Vokasi UGM Bahrul Fauzi Rosyidi MBA CSA.

“Perhelatan ini bertemakan Ngrembaka lan Nguncara saka Wonokromo. Kegiatan ini juga akan didedikasikan sebagai tonggak pencapaian peradaban Keistimewaan Yogya dalam momentum akbar Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY,” ujarnya usai audiensi.

Read More

Ia menyebutkan, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan bersedia untuk hadir dan meresmikan acara tersebut. Adapun acara dalam perhelatan itu akan mencakup beberapa kegiatan penting, yakni pertama pertemuan para guru besar dan akademisi se-DIY yang akan menyampaikan pemikiran-pemikiran untuk revitalisasi bahasa Jawa dan pembangunan Keistimewaan DIY masa depan.

Kedua, pertemuan Duta-duta Bahasa bersama duta-duta generasi muda seluruh DIY untuk mendukung gerakan itu, ketiga peluncuran Ensiklopedia Bahasa Jawa dan buku Poros Ulama Mataram Islam, Wonokromo dalam Tradisi Keilmuan, dan keempat Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan Pemerintah DIY dan Pemerintah Kab/Kota.

Kelima, peresmian prasasti Penanda Keistimewaan Kalurahan dan agenda keenam pelaksanaan acara tradisi Rabu Pungkasan yang ditandai dengan Kirab Budaya diiringi oleh Pasukan Bergada Mataraman, Pemotongan lemper raksasa dan Sedekah hasil bumi.

Terkait momentum Satu Dasawarsa UUK DIY, kata Dwi, perhelatan di Kalurahan Wonokromo itu akan menjadi forum yang bersifat nasional, karena diharapkan akan dihadiri oleh Menteri Desa RI Abdul Halim Iskandar. Sekitar 50 guru besar di DIY juga telah bersedia hadir, di antaranya Prof Dr M Baiquni MA, Prof Chamamah, Prof Djagal Wiseso Marseno, Prof Sutrisno Wibawa, Prof Triyono Bramantyo, dan lainnya.

“Kalurahan Wonokromo tidak akan sekedar memberi diri sebagai lokasi event, namun juga akan menjadi lahan percontohan (demplot) gerakan restorasi, refungsionalisasi, dan revitalisasi Bahasa Jawa itu,” jelasnya.

Dia menambahkan, di kalurahan ini terdapat 29 pondok pesantren aktif yang memiliki komitmen untuk menegakkan semangat kebangsaan dan kebudayaan, khususnya budaya dan bahasa Jawa. Pemerintahan
Kalurahan Wonokromo ini juga memiliki visi untuk mengembangkan diri sebagai “Lumbung Ilmu ke-Mataram-an”.

Related posts

Leave a Reply