Bangkit Lawan Stunting, Penanganan dari Bawah

Anggota DPR RI, MY Esti Wijayati melakukan sosialisasi penanganan stunting / ist

GUNUNGKIDUL, SMJogja.com – Gangguan pertumbuhan atau stunting terjadi pada anak akibat kekurangan gizi menjadi perhatian serius PDI Perjuangan. Penanganan stunting harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pencegahan hingga penangganan berkelanjutan.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil DIY, MY Esti Wijayati, menegaskan hal itu ketika menggelar kegiatan dapur umum di Balai Padukuhan Ngunut Kidul, Kelurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.

Ia mengungkapkan PDI Perjuangan menaruh perhatian serius pada permasalahan stunting. Berkali-kali Ketua Umum Partai, Megawati Soekarnoputri mendorong kader di seluruh Tanah Air berperan aktif memperjuangkan kebutuhan asupan gizi bagi ibu hamil dan anak balita.

”Saatnya kerja-kerja politik menjangkau akar persoalan rakyat kecil dan menyangkut urusan dapur ekonomi rakyat. Terlebih, stabilitas politik sangat ditentukan urusan dapur rakyat,” tandas Esti.

Read More

Ia mengajak masyarakat bangkit melawan stunting dengan fokus pada pencegahan dan penanganan yang harus dapat diakselerasi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. Ini sebagai langkah progresif dengan mendayagunakan potensi yang terdapat dalam keluarga.

Usia Produktif

Terpilihnya Kelurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo sebagai tempat berlangsungnya kegiatan dapur umum bukan tanpa alasan. Kelurahan Kelor menjadi kelurahan tertinggi kasus balita yang mengalami gangguan pertumbuhan panjang dan tinggi badan.

Pada semester I Tahun 2022 terdapat beberapa Puskesmas di Kota Handayani menangani kasus tertinggi stunting meliputi. Puskesmas tersebut antara lain, Karangmojo II, Gedangsari I, Ponjong II, Tepus I, dan Patuk I.

Dapur umum juga bertepatan hari ulang tahun Megawati Soekarnoputri yang menyediakan kegiatan pengolahan bahan makanan bergizi berupa sayuran dan protein untuk ibu hamil, menyusui, serta anak balita. Berbagai bahan pokok makanan bergizi disiapkan Tim Relawan Posko EW seperti pembagian makanan tambahan balita berusia enamsampai 59 bulan, makanan tambahan ibu hamil. Puskesmas Karangmojo ikut berperan memberikan fasilitas pengecekan tensi dan gula darah gratis.

Lurah Kelor, Suratman, membenarkan ada 30 balita dikategorikan mengalami stunting dari semula 25 balita. Pihak desa telah menyikapi permasalahan itu dengan pemberian makanan tambahan setiap bulan bertepatan dengan kegiatan rutin penimbangan bayi posyandu yang jalan di tujuh padukuhan di Kelor.

Related posts

Leave a Reply