Bangun Karakter Siswa, PMI Sleman Adakan Pelatihan di Sekolah 

Anggota TSR dan KSR PMI Sleman mengikuti pelatihan pertolongan pertama di Mudal, Sariharjo, Ngaglik, Jumat (23/9/2022) / Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Palang Merah Indonesia (PMI) tidak hanya berkutat dengan kegiatan donor darah. Sebagaimana dilakukan organisasi PMI Sleman yang akan turut berkontribusi dalam hal pembangunan karakter siswa, terutama menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Kami ingin membumikan visi misi pusat, salah satunya melalui program bersama Dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag untuk membangun karakter siswa. MoU sudah kami tandatangani,” kata Ketua PMI Sleman Sunartono, Jumat (23/9).

Dikarenakan sumber daya yang dimiliki hanya terbatas, pihaknya pun menyiapkan personel pembina di tiap sekolah. Sebelum terjun ke lapangan, para pembina akan terlebih dulu diberi pelatihan. Rencananya, program ini mulai dilaksanakan bulan depan. 

Untuk tahap pertama, PMI akan melatih 30 guru tingkat SD hingga SMA kemudian secara bertahap ditingkatkan jumlahnya. “Mengingat sasarannya anak usia sekolah, nanti materi yang diberikan tingkat dasar dulu. Konsepnya hampir sama dengan kegiatan Palang Merah Indonesia tapi lebih difokuskan pada pembangunan karakter,” kata Sunartono.

Read More

Sebagai pengenalan, pada Selasa (27/9) pekan depan PMI Sleman akan mengadakan sosialisasi kepalangmerahan bagi murid SD. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka peringatan HUT ke-77 PMI. Targetnya ada tiga sekolah yaitu SDN 4 Sleman, SDN Pakem Tamanmartani Kalasan, dan SDN Brongkol Sidomulyo Godean. Sosialisasi akan diikuti 30 orang siswa di masing-masing sekolah.

Sementara itu, ketua panitia HUT ke-77 PMI Sleman Jazim Sumirat mengatakan, selama ini sudah banyak fase yang dilakoni PMI sehingga bisa tumbuh menjadi organisasi yang kuat. Tema yang diusung dalam peringatan HUT tahun ini adalah Terus Tebar Kebaikan. Berbagai rangkaian kegiatan disiapkan bahkan beberapa sudah terlaksana seperti seminar kesehatan, sosialisasi UU Kepalangmerahan, donor darah, anjangsana, apel bersama, dan malam tasyakuran.

Saat ini juga masih berlangsung kegiatan pelatihan pertolongan pertama tingkat intermediate dan advance bagi relawan PMI. “Kami adakan pelatihan selama satu minggu sejak Senin sampai Minggu besok. Pesertanya berjumlah 23 orang terdiri dari anggota KSR, TSR, dan pelatih PMI,” tambahnya.

Dia berharap organisasi PMI bisa terus berkembang di masa mendatang dengan mengikuti perkembangan zaman. “Kami akan menjaga mandat utama yaitu memberikan layanan ke masyarakat serta menjadi mitra pemerintah, dan berkolaborasi dengan korporasi dan lembaga lainnya,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply