Buya Syafii Maarif Wafat, Duka Muhammadiyah dan Bangsa Indonesia

Buya Syafii Maarif / dok

YOGYAKARTA, SMJogja.com – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Ahmad Syafii Maarif wafat pada Jumat (27/5). Buya Syafii menghembuskan nafas terakhir pada pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman.

Tokoh kelahiran Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatra Barat itu berpulang dalam usia 86 tahun. Buya Syafii diketahui menjalani perawatan di rumah sakit sejak pertengahan Mei lalu akibat sesak nafas. Kondisi kesehatannya sempat membaik. Namun pada Jumat (27/5) pagi, keadaannya kritis hingga kemudian meninggal dunia.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan, dirinya sempat mendampingi almarhum sekitar setengah jam sebelum wafat. “Waktu itu saya dalam perjalanan ke Bandung, dan sampai Klaten dikabari bahwa beliau kritis. Kami lalu kembali dan masih bisa menjumpai beliau,” ucap Haedar.

Buya Syafii sudah cukup lama dirawat di rumah sakit. Pada Maret lalu, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi (BPIP) itu juga sempat dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah karena mengalami serangan jantung ringan. 

Read More

Haedar mengatakan, tim medis RS PKU Muhammadiyah didukung tim dokter Kepresidenan yang bertugas atas Instruksi Presiden, sudah melakukan upaya optimal. “Kepergian beliau telah digariskan oleh Allah. Muhammadiyah dan bangsa Indonesia berduka sedalam-dalamnya, semoga beliau husnul khotimah,” doanya.

Haedar menggambarkan almarhum Buya Syafii sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai numeral, etika dan akhlak serta keadaban mulia. Nilai-nilai itu tercermin tidak hanya dalam internal Muhammadiyah, tapi juga ketika menjalin relasi dengan umat sesama bangsa, dan antar bangsa. 

Buya Syafii selama ini juga dikenal sebagai tokoh bangsa yang berwawasan inklusif dan selalu memberi perhatian pada pemikiran maju dan besar bagi bangsa. Jenazah Buya disemayamkan dan disolatkan di Masjid Besar Kauman Yogyakarta. Selepas waktu Asar, jenazah dibawa ke Pemakaman Muhammadiyah di Dusun Donomulyo, Nanggulan, Kulonprogo untuk dikebumikan.

Related posts

Leave a Reply