Desa Sangat Tertinggal Berkurang, Desa Mandiri Bertambah

Dr (HC) H Abdul Halim Iskandar MPd melihat salah satu gerai makanan ringan / ist

JOGJA, SMJogja.com – Jumlah desa sangat tertinggal sudah banyak berkurang sedangkan desa mandiri terus bertambah. Desa sangat tertinggal berkurang 8.471 desa, dari 13.453 desa menjadi 4.982 desa. Desa tertinggal berkurang 24.008 desa, dari 33.592 desa menjadi 9.584 desa. Desa berkembang bertambah 11.020 desa, dari 22.882 desa menjadi 33.902 desa. Desa maju bertambah 16.641 desa, dari 3.608 desa menjadi 20.249 desa. Desa mandiri bertambah 6.064 desa, dari 174 desa menjadi 6.238 desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Dr (HC) H Abdul Halim Iskandar MPd mengungkapkan hal itu pada peluncuran Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama (BUMKalma) lkd Transformasi UPK Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Berulir Masyarakat (DBM) Eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) seluruh DIY di Prambanan.

”Khusus di Jogjakarta, satu lagi prestasi pembangunan desa yaitu tidak ada lagi desa sangat tertinggal dan desa tertinggal. Karena itu, Gubernur DIY layak mendapatkan Sertifikat Pertama beserta Lencana Abdi Desa Pertama,” ujar Halim.

Bahkan Sertifikat Madya beserta Lencana Bakti Desa Madya tahun ini diraih Bupati Bantul dan Bupati Gunungkidul. Di kedua kabupaten itu sudah tidak ada lagi desa sangat tertinggal, desa tertinggal, dan desa berkembang. Seluruh desa sudah naik kategori desa maju dan desa mandiri.

Read More

Sertifikat Pertama beserta Lencana Bakti Desa Pertama tahun ini diraih Bupati Sleman dan Bupati Kulonprogo. Di kedua kabupaten tidak ada lagi desa sangat tertinggal dan desa tertinggal.

Ekonomi Desa

Halim menjelaskan pula sampai 10 September 2022, sebanyak 1.026 BUM Desa Bersama lkd berproses badan hukum. Bahkan, 11 BUM Desa Bersama lkd di Jawa Timur telah mendirikan PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

”Saya tegaskan kembali perkembangan terakhir, BUM Desa Bersama lkd mampu mendirikan unit usaha Perseroan Terbatas, yaitu PT LKM. Unit usaha baru ini sah menjalankan simpan pinjam perorangan, dan dana nasabah dari desa aman dijamin OJK,” tandasnya.

Ia menyaksikan langsung praktek tersebut pada BUM Desa Bersama Bungah Mandiri di Gresik. Pengelolaan DBM pada BUM Desa Bersama transformasi UPK Eks PNPM-MPd dijalankan PT, ini memastikan aset sebesar Rp 8,1 miliar terus bergulir diantara 1.000 warga 22 desa.

Menurutnya PT LKM beroperasi layaknya bank. Ketika 5.300 UPK mereplikasinya, lalu administrasi keuangan antar BUM Desa Bersama lkd berhasil disatukan, otomatis terbentuklah ekosistem nasional bank desa. Ini merupakan jalan baru kebangkitan ekonomi warga desa.

Transformasi UPK menjadi BUMKal Bersama pintanya, harus semakin menguatkan posisi BUM Desa sebagai badan usaha yang bermakna penting di desa. Karena BUM Desa menjadi satu-satunya entitas badan hukum publik di desa sehingga BUM Desa mampu berperan menjaga sekaligus mewujudkan pertumbuhan ekonomi desa yang berkeadilan.

Related posts

Leave a Reply