Dies Natalis UJB ke-64, Kuatkan Karakter Songsong Indonesia Emas

Rektor UJB Prof Nur Yuwono menyerahkan cindermata kepada Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof Sutrisna Wibawa dalam acara upacara dies natalis UJB ke-64, Jumat (7/10/2022) / dok

YOGYAKARTA, SMJogja.com – Sebagai kampus yang telah menyatakan diri sebagai universitas kebangsaan, Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta berkomitmen mendidik mahasiswanya menjadi insan berkarakter kuat. Penanaman karakter ini diterapkan pada berbagai lini mulai dari bela negara, berideologi Pancasila hingga mencetak lulusan yang siap mengawal program menuju Indonesia Emas. 

“Untuk tujuam tersebut, kami telah memasukkan materi bela negara, kebangsaan, Pancasila, dan antikorupsi di dalam kurikulum,” kata Rektor UJB Prof Nur Yuwono saat menyampaikan laporan dalam upacara dies natalis UJB ke-64 di Auditorium Poerwokoesoemo, Jumat (7/10).

Universitas Janabadra bahkan telah bekerjasama dengan KPK dalam mengelola materi anti korupsi. Mahasiswa pun kini diberi kesempatan untuk mengakses berbagai kegiatan tridharma di perguruan tinggi yang lain lewat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. 

Setelah lulus nanti, mahasiswa UJB yang berasal dari seluruh penjuru tanah air diharapkan bisa menjadi agen perubahan (agent of change) di daerahnya masing-masing. “Kami juga berharap para lulusan dapat menjadi pribadi yang nasionalis dan mempertahankan jati diri bangsa Indonesia di era globalisasi dan borderless seperti sekarang ini,” ujarnya.

Read More

Pada dies natalis tahun ini, UJB mengusung tema Penguatan pendidikan karakter menyongsong Indonesia Emas dari Yogyakarta untuk Indonesia. Rangkaian acara sudah dimulai sejak 9 September 2022 berupa kuliah umum. Agenda berlanjut pada Kamis (6/10) yang diisi dengan kegiatan ziarah ke makam pendiri Janabadra di Plumbon, Banguntapan, Bantul dan tasyakuran.

Berbagai kegiatan lainnya masih akan digelar hingga Desember mendatang diantaranya jalan sehat, senam kebugaran, icoflast, baksos, donor darah, diseminasi hasil penelitian, seminar nasional hasil pengabdian, visiting lecturer series dari praktisi, dan lomba video kreatif.

Upacara dies natalis ke-64 ini juga diisi orasi ilmiah Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof Sutrisna Wibawa. Dalam orasinya, Sutrisna memaparkan tentang peranan perguruan tinggi dalam pendidikan ke-Jogja-an.

Dia menyebut terdapat empat pemikiran filosofis yang terkandung dalam pendidikan khas ke-Jogja-an. Pertama adalah hamemayu hayuning bawana yang dimaksudkan bahwa pendidikan berkontribusi untuk turut menjaga kedamaian dan ketertiban dunia.

“Filosofi kedua adalah sangkan paraning dumadi yang menekankan pendidikan supaya berorientasi pada kesadaran asal dan tujuan manusia. Filosofi ini diharapkan membuat manusia menjadi bertakwa kepada Tuhan dan memiliki keluhuran budi,” jelasnya. 

Adapun dua filosofi terakhir yakni urip kang sampurna, dan manunggaling kawula gusti. Upacara dies natalis ini sendiri dihadiri sekitar 500 tamu undangan. Selain internal UJB, turut diundang pula kalangan relasi eksternal, dan mitra SMA/SMK di DIY dan Jawa Tengah. Peserta yang hadir secara online maupun offline mendapatkan sertifikat bertandatangan Kepala Dispora DIY.

Related posts

Leave a Reply