Digitalisasi Pasar Rakyat, Transaksi Tak Lagi Tunai

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan bantuan Bank Mandiri kepada anak-anak buruh pasar / ist

JOGJA, SMJogja.com – Transaksi non tunai terus berkembang hampir di semua kegiatan perekonomian bahkan di pasar tradisional. Kelak, praktik jual beli di seluruh pasar bakal menggunakan transaksi non tunai sehingga orang tak perlu membawa uang fisik ke mana-mana. Banyak manfaat dengan melakukan transaksi menggunakan cara tersebut.

”Kali ini, kami bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DIY menginisiasi Livin’ Pasar untuk mempercepat digitalisasi transaksi di Pasar Beringharjo,” tutur Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar. Ia mengungkapkan hal itu di sela-sela kegiatan di Pasar Beringharjo Jogjakarta.

Hadir pula Menteri BUMN Erick Thohir dan jajarannya, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas serta SEVP Micro and Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K Triprakoso.

Ia menegaskan Bank Mandiri berkomitmen mewujudkan aspirasi perusahaan menjadi urban lokomotif lewat beragam program dukungan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah perkotaan. Bahkan, menjadi perpanjangan tangan Pemerintah dalam memberdayakan masyarakat serta mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.

Read More

Salah satu implementasinya, Program Livin’ Urban yang fokus menyejahterakan masyarakat melalui berbagai inisiatif. Beberapa di antaranya, program digitalisasi pasar bertajuk Livin’ Pasar, Livin’ Warung, Livin’ Kampoeng Usaha dan Kampoeng Sehat hingga Livin’ Society yang memberikan dampak sosial positif.

Solusi Perbankan

Alexandra menjelaskan program tersebut mampu memperluas akseptasi pembayaran digital, salah satunya lewat penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) Livin’ Usaha untuk pedagang. Sebagian besar pasar rakyat di Indonesia akan mereplikasi program tersebut.

”Kami menggarap pasar sebagai salah satu ekosistem yang terintegrasi mulai dari supplier, distributor, logistik, penjual maupun pembeli agar mendapatkan solusi perbankan,” tandasnya.

Dalam kesempatan kali ini, Bank Mandiri juga memberikan beragam bantuan kepada masyarakat, sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya, program pasar murah untuk membantu buruh dan pegawai lapak Pasar Beringharjo.

Para buruh, pegawai pasar dapat menebus paket sembako senilai Rp 100.000 seharga Rp 10.000 per orang. Seluruh hasil pendapatan dari penjualan tersebut akan dihibahkan kembali untuk rumah ibadah di kawasan Pasar Beringharjo.

Pada kesempatan yang sama, Bank Mandiri juga memberikan bantuan berupa perbaikan dan revitalisasi sarana prasarana pasar yakni perbaikan kios daging, papan penunjuk arah, membangun akses untuk ibu hamil, difabel dan lansia. Perusahaan juga membagikan 355 pasang sepatu sekolah kepada anak dan cucu pegawai lapak serta buruh pasar.

Related posts

Leave a Reply