Distributor Curang Terancam Sanksi Pidana

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Aprianto

SLEMAN, SMJogja.com – Laporan adanya praktik tactic tying dalam proses distribusi minyak goreng telah ditindaklanjuti oleh Pemda DIY. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Aprianto mengungkapkan, ada 10 distributor yang ditengarai melakukan praktik penjualan minyak goreng dengan syarat membeli produk lain.

“Permasalahan tactic tying sudah kami selesaikan dengan mengundang sepuluh distributor tersebut. Mereka telah diberi peringatan agar tidak lagi melakukan hal serupa,” kata Yanto ditemui disela pembagian minyak goreng kepada KK miskin di Pendopo Kalurahan Sidoluhur, Godean, Sleman, Selasa (15/3).

Jika kasus yang sama kembali terulang, akan diambil langkah tegas melalui upaya hukum. Pasalnya, tindakan tersebut melanggar ketentuan pasal 5 ayat 2 UU Nomer 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Sanksinya berupa ancaman pidana denda minimal Rp 5 miliar dan maksimal Rp 25 miliar, atau hukuman kurungan 5 bulan.

“Kalau terbukti melakukan lagi pelanggaran, kami akan tindak sesuai aturan perundangan yang berlaku,” tandasnya.

Read More

Dari hasil pemeriksaan, sejumlah distributor mengaku melakukan praktik curang itu karena permintaan konsumen terhadap komoditas minyak goreng sedang tinggi-tingginya, sementara produk lain kurang laku. Dia pun meminta masyarakat agar tidak panic buying. Menurutnya, kelangkaan yang terjadi selama ini disebabkan konsumen cenderung membeli minyak goreng dalam jumlah besar karena khawatir akan kehabisan stok atau terjadi kenaikan harga. 

“Pemerintah terus mengusahakan ketersediaan minyak goreng. Dari hasil koordinasi kami dengan Kementerian Perdagangan, saat ini ada stok sekitar 1,1 juta liter untuk wilayah DIY,” ujarnya. 

Yanto menambahkan, stok sebanyak itu diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sepekan. Per hari, kebutuhan rata-rata minyak goreng sebesar 110 ribu liter. Sementara untuk menekan fluktuasi harga, Disperindag akan menggencarkan operasi pasar di pasar-pasar tradisional. Operasi ini juga menggandeng Bulog terutama untuk sasaran kecamatan dan desa.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY Katarina Endang Sarwestri mengatakan, rencana dalam waktu dekat akan membentuk satgas sembako. Tim ini terdiri dari personel Kejati DIY dan kejaksaan negeri di kabupaten/kota.

“Satgas ini tujuannya untuk memantau kelancaran distribusi sembako, khususnya minyak goreng. Sebab kita melihat akhir-akhir ini harga sembako terus naik,” kata Katarina.

Jika satgas sudah terbentuk, masyarakat nantinya bisa melapor lewat hotline apabila mendapati indikasi pelanggaran dalam proses distribusi sembako termasuk penimbunan.(J1)

Related posts

Leave a Reply