Dugaan Tying Migor PT LBS Naik ke Tahap Penyelidikan

Pembeli minyak goreng curah antre di salah satu distributor di Jalan Kabupaten, Kronggahan, Sleman, Jumat (25/3/2022) / SMJogja.com - Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja – Dugaan praktik curang penjualan minyak goreng curah oleh PT LBS Sleman kini naik ke tahap penyelidikan. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan meningkatkan status perkara ini setelah mengantongi satu alat bukti.

Sebelumnya pada akhir Maret 2022, tim KPPU dan Satgas Pangan DIY telah mendatangi kantor distributor yang beralamat di Jalan Kabupaten, Trihanggo, Gamping, Sleman itu untuk melakukan pemeriksaan lapangan. Pemeriksaan dilakukan berdasar laporan masyarakat terkait dugaan tying yang dilakukan oleh PT LBS.  

“Tim investigasi kami menemukan adanya praktik tying agreement oleh PT LBS, dimana konsumen minyak goreng diwajibkan membeli produk lain senilai minimal Rp 400 ribu atau perbandingan 1:1,” ungkap Kepala Bidang Penegakan Hukum Kanwil VII KPPU, Kamal Barok, Selasa (24/5).

Dalam kasus ini, PT LBS ditengarai melanggar pasal 15 UU Nomer 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Selanjutnya, proses penyelidikan akan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 60 hari dan dapat diperpanjang. Tim penyelidik telah mengirimkan surat panggilan kepada PT LBS.

Read More

Langkah ini juga sebagai peringatan keras kepada pelaku usaha agar tidak melanggar aturan, khususnya pasca dibukanya kembali izin ekspor minyak goreng. “Peningkatan status ke penyelidikan ini merupakan upaya kami untuk mendukung pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan distribusi minyak goreng di dalam negeri. Jika setelah ekspor dibuka ada pelaku usaha yang melakukan praktik tying, maka kami akan langsung melakukan penegakan hukum,” tegas Kamal.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT LBS belum bersedia memberikan tanggapan. Saat dihubungi lewat ponsel, owner perusahaan bersangkutan tidak merespon.

Related posts

Leave a Reply