Gempa Bumi Pasaman, Korban Meninggal 10 Orang

Kerusakan akibat gempa bumi di Pasaman, Sumatera Barat / BNPB-BPBD Sumbar

JOGJA, SMJogja.com – Data terakhir BNPB menyebutkan korban meninggal akibat gempa bumi Pasaman Barat, Sumetara Barat mencapai 10 orang. Ratusan lainnya menderita luka berat dan ringan sedangkan empat orang hilang.

Gempa bumi dengan kekuatan M 6,1 (revisi dari semula 6,2-Red) terjadi di wilayah tersebut. Gempa berpusat di 0,14 derajat LU dan 99,94 derajat BT pada kedalaman 10 kilometer. Sebanyak 103 unit rumah rusak berat, lima unit rumah rusak ringan, 1.307 unit rumah rusak ringan. Selain itu, tiga unit fasilitas pendidikan rusak berat, dua rumah ibadah rusak, satu bangunan fasilitas umum rusak. Termasuk beberapa bangunan milik pemerintahan.

”Data dari kabupaten terdampak dan instansi gabungan, tercatat ada sebanyak 42 orang luka berat, 346 luka ringan, empat orang hilang dan 13.000 jiwa mengungsi,” papar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari PhD.

Percepatan Penanganan

Read More

Dalam rilisnya, ia menjelaskan korban jiwa tercatat dari Kabupaten Pasaman Barat ada empat orang sedangkan luka berat 37 orang, luka ringan 310. Lebih 10.000 jiwa mengungsi di 35 titik pengungsian yang berada di Kecamatan Talamau, Kecamatan Pasaman dan Kecamatan Kinali.

Di Kabupaten Pasaman, ada enam orang meninggal dunia, luka berat lima orang, luka ringan 36 orang. Mereka yang mengungsi ada 3.000 jiwa. Tim lokal juga mencatat empat orang tertimbun material longsoran dan masih dalam proses pencarian.

Kecuali itu, Kabupaten Lima Puluh Kota melaporkan sebanyak 53 jiwa dari 16 KK terdampak dan dua jiwa mengungsi ke rumah kerabat. Selanjutnya di Kabupaten Agam, seorang bayi mengalami luka-luka akibat terdampak gempa bumi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengunjungi lokasi terdampak gempabumi di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Ia mendorong pemerintah daerah yang terdampak bersama TNI/Polri dan segenap komponen agar melakukan upaya tanggap darurat secara cepat dan tepat.

”Utamakan keselamatan masyarakat termasuk memberikan hak-haknya. Mereka yang terdampak langsung harus segera mendapat pertolongan begitu pula penuhi kebutuhan dasarnya.

Related posts

Leave a Reply