Gencarkan Skrining TB lewat X-ray Mobile

SLEMAN, SMJogja.com – Program skrining kesehatan aktif bersama ZeroTB Yogyakarta di wilayah Kabupaten Sleman, resmi diluncurkan pada Senin (5/9). Program ini merupakan kerjasama antara Pemkab Sleman dan Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Direktur ZeroTB Yogyakarta Rina Triasih menjelaskan, upaya inisiatif penanggulan TBC ini dilandaskan pada tiga elemen yaitu temuan kasus aktif, pengobatan yang efektif, dan pencegahan pada kontak serumah dengan penderita. “Target kami bisa mencapai penurunan kasus TBC hingga 50 persen dalam waktu lima tahun,” kata Rina saat peluncuran skrining kesehatan aktif di Kantor Kapanewon Ngemplak, Senin (5/9).

Program itu sudah dimulai sejak tahun 2020 di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulonprogo, kini menyusul diterapkan di Sleman. Untuk mempermudahkan jangkauan akses masyarakat disediakan pula fasilitas skrining X-ray mobile. Diawali di Ngemplak, mobil tersebut nantinya akan keliling ke semua kapanewon.

Prosedurnya mudah yakni hanya masuk ke mobil skrining lalu difoto. Dari hasil pemindaian X-ray bisa ditentukan perlu tidaknya dilakukan tidaklanjut dengan tes cepat molekuler. “Kami sudah membuat jadwal pelaksanaan skrining melalui puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Sleman. Prioritasnya pada populasi dengan risiko tinggi seperti pemukiman padat, daerah dengan sanitasi buruk, serta penderita komorbid,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama.

Read More

Kegiatan ini dikemas dalam satu rangkaian skrining kesehatan lain seperti posbindu penyakit tidak menular, skrining gangguan mental emosional, konseling dan tes HIV, serta kegiatan senam Germas. Cahya berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan skrining kesehatan gratis ini.

Terlebih temuan TB di Sleman masih cukup tinggi yakni 983 kasus, dan 22 pasien diantaranya mengalami kebal obat. Data itu berkurang dibanding kurun tahun 2017-2019. Namun penurunan tersebut lebih disebabkan pengaruh pandemi Covid-19 sehingga kegiatan penelusuran menjadi terkendala.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, penyakit TBC dapat mengganggu produktivitas bahkan menyebabkan kematian. Melalui kerjasama ini, dia berharap masyarakat semakin mengenali bahaya TBC dan bersedia mengikuti skrining kesehatan agar bisa segera diobati dan sembuh. 

“Indonesia memiliki target eliminasi TBC di tahun 2030. Sedangkan di Sleman, temuan kasus masih belum mencapai target,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply