Gerakan Antikomunis Protes, Tolak Kebijakan Panglima TNI

Panglima Gerakan Pasukan Antikomunis (Gepako) Gandung Pardiman / ist

JOGJA, SMJogja.com – Masyarakat yang kontra dengan gerakan komunis marah atas pernyataan Panglima TNI Jendral Andhika Perkasa. Kebijakan Panglima TNI yang menyatakan bahwa anak keturunan anggota Partai Komunis Indonesia ( PKI ) boleh mendaftar sebagai TNI menuai kritik.

Panglima Gerakan Pasukan Anti Komunis ( Gepako ) DIY, Gandung Pardiman menilai pertahanan TNI sudah jebol terkait PKI. Menurutnya TNI sejak dulu menjadi benteng pertahanan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI.

”Bagi saya, PKI masih ada karena anggota yang sudah meninggal atau yang kini masih hidup tentu memberikan pemahaman mengenai ideologi komunis kepada anak-anaknya. Orang – orang yang berada di lingkaran mantan anggota PKI tentu terpengaruh,” tandas Gandung kepada wartawan.

Ia tegas menolak kebijakan Panglima TNI. Gandung menilai anak – anak anggota partai terlarang PKI secara langsung maupun tidak langsung, sengaja atau tidak pasti menerima pengaruh. Mereka menerima paham ideologi komunis dari orang tuanya.

Read More

Tinjau Ulang

”Saya mengimbau Panglima TNI untuk meninjau ulang kebijakan tersebut. Saya yakin di keluarga besar TNI yang masih aktif maupun yang sudah purna tentu tak sedikit yang menolak kebijakan itu,” tegasnya.

Ia mengatakan mantan Wakil Presiden RI Jenderal (Purn) Try Sutrisno pada tahun 2017 pernah mengingatkan kepada TNI agar hati – hati dan waspada serta teliti. Ia menyatakan jangan sampai anak-anak anggota PKI masuk TNI.

Menurutnya TNI merupakan musuh utama PKI dan paham komunis. Pihaknya berharap TNI tidak menjadi tempat orang – orang yang berpaham ideologi komunis. Hal ini bisa berbahaya bagi TNI, bangsa dan negara.

Related posts

Leave a Reply