Hutan Membantu Pemulihan Akibat Pandemi Covid-19

Hutan kawasan tropis dapat membantu pemulihan akibat Covid-19 / dok CIFOR-ICRAF

JOGJA, SMJogja.com – Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) merilis keadaan hutan dunia bertepatan dengan Kongres Kehutanan Dunia di Seoul. Kongres berlangsung pekan ini dari 2-6 Mei. Laporan utama setiap dua tahun mengalami pembaaruaan berdasarkan penelitian dan data kehutanan terbaru. Beberapa ilmuwan dari Pusat Penelitian Kehutanan Internasional dan Agroforestri Dunia (CIFOR-ICRAF) turut berkontribusi.

Direktur Pelaksana CIFOR-ICRAF, Robert Nasi mengatakan, kesimpulan utama studi tersebut yakni pemulihan global berakar pada hutan. Pepohonan dan hutan dapat membantu dunia pulih dari pandemi Covid-19 dan guncangan ekonomi terkait, selain memerangi perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Perkiraan menunjukkan bahwa lebih dari setengah produk domestik bruto dunia – USD84,4 triliun (IDR1,2 kuintiliun) pada tahun 2020 – bergantung pada jasa ekosistem, termasuk yang disediakan oleh hutan.

”Meskipun laporan terbaru tidak mengejutkan dalam hal penelitiannya, laporan merinci tindakan yang telah lama dipromosikan oleh CIFOR-ICRAF. Yaitu peta jalan keuangan yang rekomendasinya untuk pembuat kebijakan dan sektor swasta,” papar Robert.

Read More

Konservasi Hutan

Angka deforestasi tahun 2021 yang mengejutkan keluar melalui Global Forest Watch. Dari Amazon Brasil hingga lembah Kongo, kawasan tropis kehilangan 11,1 juta hektar tutupan pohon tahun lalu, termasuk 3,75 juta hektar hutan primer.

CIFOR-ICRAF, melakukan penelitian tentang kehutanan dan agroforestri di negara berkembang untuk mendukung pengambil kebijakan di seluruh Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Lembaga itu memiliki kantor yang beroperasi di Republik Demokrasi Kongo (DRC), Indonesia, Brasil, dan Peru, yang memantau tren tersebut dengan cermat.

”Kapasitas negara-negara tropis untuk menangani konservasi hutan mungkin telah mundur karena pandemi,” imbuh Manuel Guariguata, ilmuwan utama CIFOR-ICRAF dan Pimpinan Peru.

Menurutnya selama tahun 2020, total area yang terdeforestasi di seluruh kawasan tropis global meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan nilai tahun sebelum pandemi. Penutupan dan masalah kesehatan masyarakat mendorong prioritas politik menjauh dari hutan dan pohon.

Related posts

Leave a Reply