Imajinasikan Indonesia Emas di Usia Satu Abad

SLEMAN, SMJogja.com – Bagaimana keadaan Indonesia di usia satu abad kelak. Pertanyaan ini menjadi poin utama yang mengemuka dalam agenda dialog kebangsaan bertajuk Imaji Satu Abad Indonesia yang diselenggarakan Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa (26/7).


Acara ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Mahfud MD (‚ÄéMenko Polhukam RI), Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), dan
Musa Asy’arie (Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2010-2014). Di hadapan ratusan akademisi dan masyarakat umum, Mahfud MD mengatakan gambaran tentang satu abad Indonesia telah tertuang dalam Peraturan Presiden.


“Usia satu abad adalah Indonesia Emas yaitu negara yang maju, bersatu, adil, dan makmur,” katanya.


Sempat terjadi perdebatan apakah Indonesia nantinya benar akan maju di tahun 2045 mendatang. Menepis keraguan itu, Mahfud menyatakan optimismenya dengan mendasarkan pada teori hasil studi. Salah satunya analisa yang memproyeksi pada tahun 2045 nanti, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia akan menembus 23.900 US dolar dengan jumlah penduduk 306 juta jiwa.

Read More


“Hal itu akan terwujud manakala kita melakukan usaha dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, proklamasi sejatinya memberikan mandat kepada negara untuk memperjuangkan peradaban. “Mandat itu tidak sekedar mendirikan negara tapi memperjuangkan peradaban yang lebih mulia bagi umat manusia,” tuturnya.


Ancaman yang dirasanya paling mencolok saat ini adalah keinginan segelintir oknum untuk membelokkan entitas kebhinekaan Indonesia. Disamping itu muncul pula ancaman potensi konflik di tengah realitas keberagaman bangsa.


Rektor UII Prof Fathul Wahid yang hadir memberikan sambutan mengatakan, acara dialog ini merupakan ungkapan syukur sekaligus wujud kerinduan anak bangsa yang memimpikan Indonesia menjadi lebih baik. “Sebentar lagi kita merayakan Hari Kemerdekaan RI sehingga ini adalah momentum yang tepat untuk refleksi. Terlebih masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan kolektif,” katanya.

Related posts

Leave a Reply