Jaga Kelestarian Alam, Lepas Tukik di Pantai Pelangi

Jajaran UAJY melepas tukik di Pantai Pelangi / ist

JOGJA, SMJogja.com – Pelepasan tukik atau anak penyu menjadi penanda pembukaan Dies Natalis Ke-57 Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Pelepasan tukik berlangsung di Pantai Pelangi, Bantu melibatkan mahasiswa dan komunitas pecinta lingkungan.

Ketua Dies Natalis Ke-57, Sushardjanti Felasari PhD menuturkan mereka yang ikut melepas anak penyu,
jajaran rektorat, dekan fakultas dan kepala kantor di lingkungan UAJY. Pelepasan tukik juga melibatkan mahasiswa UAJY serta Kelompok Aksi Konservasi Yogyakarta (4K. Yogyakarta).

”Tema dies tahun ini ”Aktualisasi Karya Ekologis Universitas Atma Jaya Yogyakarta Menuju Universitas Laudato Si”. Tema tersebut berangkat dari keprihatinan pada berbagai macam isu lingkungan yang semakin kompleks dan memerlukan kontribusi dari banyak pihak untuk mengurangi dampaknya,” ungkap Felasari.

Perhatikan Alam

Read More

Rektor Prof Yoyong Arfiadi mengungkapkan bahwa tema dies berdasarkan ensiklik yang dikeluarkan Paus Fransiskus. Ensiklik berisi ajakan untuk memperhatikan alam, mencintai Tuhan dan lebih dekat kepada manusia.

”Kami berkomitmen merespon ensiklik tersebut dengan berbagai tujuan dan ke depannya dapat menjadi universitas Laudato Si’,” tandas Yoyong.

Perwakilan Komunitas 4K, Daru menjelaskan teknis pelepasan tukik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelepasan tukik seperti cara memegangnya dan arah pelepasan. Mereka melepas tukik menggunakan wadah atau batok kelapa karena tukik punya insting mencium aroma lingkungan sekitar.

”Tukik memiliki insting untuk kembali lagi ke tempat asalnya. Jika menggunakan plastik, akan membahayakan tukik karena plastik banyak di laut sana dan banyak berita penyu terjerat atau memakan plastik,” imbuhnya.

Related posts

Leave a Reply