Jalan Tol Jogja-Bawen Mulai Dibangun

Pekerja mengerjakan pembangunan proyek jalan tol Jogja-Bawen di Sleman, Rabu (14/9/2022) / dok

YOGYAKARTA, SMJogja.com – Hingga pekan pertama September ini, proses pembebasan lahan untuk Seksi 1 proyek jalan tol Yogyakarta-Bawen telah mencapai 81 persen dari target 8,8 km. Dengan progres tersebut, PT Jasa Marga Jogja Bawen (JJB) sudah mulai mengerjakan kontruksi Seksi 1 Yogyakarta-simpang susun (SS) Banyurejo.

Seksi 1 ini akan terhubung dengan jalan tol Solo-Yogyakarta-Yogyakarta International Airport (YIA) di junction Sleman. “Pengerjaannya ditargetkan rampung pada kuartal pertama tahun 2024, kemudian mulai beroperasi di kuartal tiga. Saat ini progresnya sekitar 2,3 persen,” kata Direktur Utama PT JJB AJ Dwi Winarsa, Rabu (14/9).

Jika pembebasan lahan sesuai dengan target, prioritas berikutnya adalah Seksi 6 Ambarawa-Bawen yang akan terkoneksi dengan Jalan Tol Semarang-Solo. Setelah itu dilanjutkan pada tiga seksi lainnya secara bersamaan yaitu Seksi 2 Banyurejo-Borobudur, Seksi 3 SS Borobudur-SS Magelang, dan Seksi 4 Magelang-Temanggung. 

Seksi 2 hingga Seksi 4 nantinya terhubung dengan Seksi yang sudah terlebih dulu beroperasi. Sementara itu, Seksi 5 Temanggung-Ambarawa akan menjadi yang terakhir sebagai pelengkap pengoperasian Jalan Tol Yogyakarta-Bawen secara penuh. 

Read More

“Pengerjaan konstruksi Temanggung-Ambarawa menjadi prioritas terakhir karena menyesuaikan rencana alokasi dana pembebasan lahan dari pemerintah. Pertimbangan lainnya karena kondisi medan yang berupa perbukitan sehingga harus dilakukan pembangunan terowongan sepanjang 500 meter di Seksi 5,” terangnya.

Sampai saat ini, Jasa Marga masih berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan untuk mengejar pembebasan lahan di wilayah Jawa Tengah yang izin penetapan lokasinya sudah dikantongi. 

Pembebasan lahan tersebut juga telah mengakomodir penambahan ruang lingkup seluas 18,8 hektare atau 38 persen di DIY. Penambahan ini merupakan dampak dari kebijakan Saluran Mataram yang masuk sebagai zonasi cagar budaya.

Sesuai rekomendasi Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya (DP2WB) DIY, lokasi bangunan pondasi atau kolom agar tidak berada pada zona inti atau di luar jalan inspeksi Saluran Mataram. Sehubungan penambahan lingkup ini, JJB terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membahas perubahan penetapan lokasi.  

“Kami juga mengupayakan sosialisasi berkaitan dengan rencana penambahan lahan di desa-desa,” kata Dwi.

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen merupakan salah satu bagian proyek strategis nasional untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan infrastruktur. Jika sudah beroperasi penuh, waktu perjalanan Semarang-Yogyakarta akan dipangkas separo menjadi hanya 1,5 jam. 

Related posts

Leave a Reply