Jalinan Prancis – Indonesia, Tak Hanya Penelitian dan Pesahabatan Namun Juga Kemanusiaan

Direktur Institut Français Indonesia (IFI), Stephane Dovert / ist

JOGJA, SMJogja.com – Indonesia dan Prancis memiliki sejarah panjang menjalin hubungan. Kedua negara banyak terlibat dalam berbagai kegiatan kenegaraan maupun pendidikan. Jalinan keduanya tergambar dalam buku ”Sejarah Panjang Kerja Sama Ilmiah Prancis – Indonesia”.

Direktur Institut Français Indonesia (IFI), Stephane Dovert menuturkan kedua negara sering terlibat dalam penelitian besama. Hal itu sebagai bentuk persahabatan antarbangsa. Ia mengatakan itu pada peluncuran buku tersebut, kerja sama IFI-Lembaga Indonesia Prancis di nDalem Natan Royal Heritage, Jogja.

”Sudah 60 tahun kerja sama ilmiah antara Indonesia dan Prancis. Begitu banyak hal yang telah kami kerjakan bersama-sama hingga ada beberapa kenangan yang terlupakan,” ungkap Stephane yang fasih berbahasa Indonesia.

Jejak-jejak bersama telah melahirkan pemikiran, teknologi, dan inovasi. Banyak kerja bareng mereka lalukan sehingga penelusurannya cukup sulit. Jejak-jejak tersebut tidak hanya menggambarkan niat politik, namun banyak juga yang lahir dari hal-hal yang tak terduga.

Read More

Ada pertemuan-pertemuan yang berkesan, daya tarik, dan sinergi antarmanusia atau kompleksitas intelektual. Keduanya memiliki bara keinginan yang sama, menyalakan api kerja sama-kerja sama besar.

Terus Berkembang

Stephane menceritakan mulanya hanya mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang berangkat ke Prancis untuk menyempurnakan pengetahuan dan membangun relasi internasional. Perlahan-lahan, universitas dan lembaga riset Indonesia mulai berkembang, melahirkan proyek-proyek bersama.

”Jumlah kerja sama tak terhitung di berbagai bidang mulai dari vulkanologi, oseanografi, paleontologi, energi, kesehatan, hingga aeronautika. Perusahaan-perusahaan juga mulai mengambil peran karena dengan memberikan dukungan terhadap sains, kebutuhan alamiah mereka terpenuhi yakni inovasi,” tandasnya.

Buku yang memuat puluhan proyek kerja sama Prancis-Indonesia tersebut tidak bermaksud meringkas semua hal. Kekayaan relasi ilmiah kedua negara tidak mungkin dibatasi dengan cara sesederhana itu.

”Apa yang akan Anda temukan setelah membaca halaman demi halaman, sebuah gambaran besar mengenai apa yang telah kami kerjakan, siapa yang melakukan, serta bagaimana melakukannya,” imbuh Stephane yang juga Konselor Kerja Sama Kedutaan Besar Prancis.

Kisah yang tertulis dalam buku dapat membantu memahami masa depan dengan lebih baik. Para peneliti telah bekerja sama sedemikian rupa untuk memberikan kontribusi kepada ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi bumi. Tidak hanya untuk kebaikan Prancis dan Indonesia tetapi kemanusiaan seluas-luasnya.

Related posts

Leave a Reply