Jangan Buang Kotoran Burung Puyuh!

Mahasiswa KKN UNY mengolah kotoran puyuh menjadi pupuk siap pakai / ist

JOGJA, SMJogja.com – Ternak burung puyuh pasti menyisakan banyak kotoran. Maklum, unggas yang nyaris seperti ayam ini menjadi salah satu ternak favorit karena telur dan dagingnya gurih, lezat. Nah, bagaimana mengatasi kotoran yang begitu banyak?

Mahasiswa KKN UNY K2022-26162 di Desa Gajahan, Colomadu, Karanganyar mencoba memanfaatkan kotoran puyuh sebagai pupuk tanaman sayur. Mereka, Fauzan Margi Wijayanto, Putri Oktaviani, Krista Laila Afifah, Kharisma, Luthfiana Nada Faiha Mufidah, Zaqya Risda Rakhmasari, Marini Azzah Afifah, Fahrul Ahmad Fauzi, Sekar Arum Purnama Jati dan Yahya Irawan.

Fauzan menuturkan di Desa Gajahan banyak peternak burung puyuh sehingga desa tersebut menjadi sentral peternakan puyuh di Colomadu. Persoalan yang muncul, kotoran burung puyuh dibuang di TPS dan belum dimanfaatkan secara optimal sehingga menimbulkan polusi udara karena bau yang tidak sedap.

”Bahkan masih ada yang membuang limbah kotoran puyuh di sepanjang jalan menuju TPS ataupun di sungai sehingga menimbulkan permasalahan baru,” ujarnya.

Read More

Satu Ton

Peternak mampu menghasilkan sekitar 400 kg – 500 kilogram setiap minggunya. Ketika musim kemarau tiba dan limbah kotoran puyuh itu kering terdapat beberapa petani di daerah Cepogo, Boyolali yang mengambilnyauntuk pupuk sayur.

”Sayangnya dalam proses pemanfaatannya membutuhkan jeda waktu yang cukup lama antara proses penebaran dan waktu tanam karena pupuk yang belum difermentasi,” imbuh Putri.

Pernah ada yang memanfaatkan sebagai pupuk tetapi gagal. Pasalnya kotoran burung puyuh yang belum diproses mempunyai suhu dan amonia tinggi sehingga malah mematikan tanaman. Karena itu mahasiswa KKN UNY berinisiatif mengolahnya menjadi pupuk.

Proses Mudah

Proses pengolahan limbah menggunakan formula yang memanfaatkan cairan EM4, glukosa dan bubuk Trichoderma. Obat tersebut merupakan obat yang cukup murah dan dapat digunakan untuk menurunkan amonia dan membantu proses fermentasi agar kotoran siap sebagai pupuk kandang.

Dalam pelaksanaannya satu botol EM4 dapat digunakan untuk memfermentasi sekitar satu ton kotoran puyuh dengan lama proses fermentasi selama satu-dua minggu. Sebelum fermentasi, limbah kotoran dikeringkan dengan cara dijemur. Campurkan bubuk trichoderma ke dalam limbah yang sudah kering.

Selanjutnya cairan EM4 dicampur dengan glukosa dan air dengan perbandingan 1:1:50 dan disemprotkan pada limbah kotoran burung puyuh yang sudah dikeringkan. Setelah itu pupuk dimasukkan ke karung dan ditunggu selama satu hingga dua minggu. Setelah proses fermentasi pupuk siap digunakan.

Related posts

Leave a Reply