Jangan Lewatkan! Ada Kuota untuk Ratusan Peserta Academy Digital Talent Scholarship

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate di UGM / ist

JOGJA, SMJogja.com – Pemerintah tak main-main mendorong anak muda supaya trampil teknologi digita. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny G Plate menegaskan hal itu. Ia mengungkapkan ada kuota untuk 200 peserta program Academy Digital Talent Scholarship dengan dana APBN.

”Pelatihan pendidikan literasi digital ini bagi generasi millenial yang memiliki ketertarikan dalam teknologi digital. Selama mengikuti pelatihan, peserta akan belajar keamanan siber, kecerdasan buatan, big data, komputasi awan, virtual reality,” papar Johnny.

Ia menjelaskan pelatihan dalam rangka memenuhi kebutuhan talenta digital nasional. Lebih dari 200.000 kuota tahun 2022 secara cuma-cuma bagi seluruh peserta. Menteri menyampaikan itu saat membuka Talkshow Digital Expert yang bertajuk ”Unpacking The Metaverse: Akselerasi Literasi Digital dalam Menyambut Masa Depan”, di Grha Sabha Pramana UGM.

Menurut Menteri, teknologi informasi dan komunikasi merupakan tulang punggung pengembangan teknologi digital untuk menjawab tantangan kekinian. Sebelumnya ada teknologi jaringan 2G yang sebatas kemampuan teknologi pada telepon genggam bergerak. Kemudian hadir teknologi 3G menghubungkan telepon genggam ke internet.

Read More

”Setelah itu muncul 4G yang memberikan layanan broadband dan komputer pada genggaman. Kini masuk ke era jaringan 5G yang memiliki kecepatan dan kualitas internet lebih tinggi, latensi yang lebih rendah dan konsumsi energi lebih efisien,” tandasnya.

Ruang Virtual

Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengatakan banyak memberikan perhatian pada perkembangan teknologi metaverse. Ini memungkinkan manusia melakukan berbagai aktivitas di dunia nyata sekaligus juga di ruang virtual.

”Sebagai salah satu perguruan tinggi, UGM memiliki komitmen mendukung transformasi digital dengan menyiapkan talenta SDM yang memiliki kecakapan digital yang unggul. Kami gencar mendorong program akselerasi literasi digital,” ujar Panut.

Ia mengatakan sejak tahun 2021, UGM sudah menyelenggarakan kelas kecerdasan digital tidak hanya untuk mahasiswa internal namun melibatkan mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Ada kelas dengan pengelola Center for Digital Society Fisipol. Kampus mendorong mahasiswa mampu menguasai teknologi digital khususnya literasi digital, pola pikir digital serta filosofi pengembangan teknologi kecerdasan digital.

Related posts

Leave a Reply