Jangan Salah Pilih, Pastikan Hewan Kurban Sehat

Peternak sapi, Santoso selalu merawat piaraannya agar selalu sehat / Agung PW

JOGJA, SMJogja.com – Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat membeli hewan ternak menjelang Iduladha. Imbauan tersebut sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah merebak.

Direktur Pusat Kajian Halal Fakultas Peternakan UGM, Ir Nanung Danar Dono SPt MP PhD IPM ASEAN Eng mengungkapkan hal itu, kemarin. Ia mengatakan PMK tidak menular ke manusia atau bukan penyakit zoonosis sehingga daging dan susu aman konsumsi.

”Namun demikian penyakit ini menular antar ternak dengan sangat cepat sehingga masyarakat perlu berhati-hati dalam memilih hewan kurban. Pastikan yang memang sehat dan memenuhi syarat,” tandasnya.

Ia memberi beberapa kunci pemilihan hewan ternak untuk berkurban di tengah wabah PMK. Salah satunya, upayakan membeli hewan kurban di tempat pedagang besar. Ia menilai lebih aman membeli hewan kurban di pedagang yang memiliki banyak hewan ternak karena mereka akan sangat menjaga kesehatan ternaknya.

Read More

Selain itu, usahakan membeli hewan kurban pada pedagang yang mau memberikan jaminan atau garansi ternaknya. Apabila hewan nantinya menunjukkan gejala sakit, mereka bersedia mengganti dengan ternak lain yang sehat.

Kurangi Risiko

Berikutnya, lakukan pembelian hewan kurban mendekati hari raya kurban. Hal tersebut untuk meminimalisir risiko hewan kurban tertular penyakit. Ia juga menyarankan melakukan pengecekan kondisi ternak.

”Tidak hanya bukti surat keterangan kesehatan hewan tetapi juga pastikan hewan tidak bergejala dan lingkungan sekitar tidak ada wabah PMK. Hindari untuk survei ternak dengan melakukan kunjungan dari kandang ke kandang karena berpotensi memperluas penularan PMK,” papar dosen Fakuktas Peternakan UGM ini.

Penularan PMK pada ternak dapat terjadi melalui kontak langsung antar ternak, kandang bersama, lalu lintas hewan tertular. Bisa pula melalui kendaraan angkutan, udara, air, pakan/minum, feses ternak terjangkit, serta produk maupun orang yang terkontaminasi virus PMK.

Namung mengingatkan masyarakat tidak mencuci daging maupun jeroan di sungai. Pasalnya, bisa mencemari lingkungan dan berpotensi menularkan penyakit ke hewan yang sehat di tempat lain. Ia menekankan mencuci daging di sungai tidak higienis.

Related posts

Leave a Reply