JCW Soroti Vonis Berat Koruptor Beri Efek Jera

Baharuddin Kamba / ist

JOGJA, SMJogja.com – Jogja Corruption Watch (JCW) mengapresiasi vonis dua tahun dan enam bulan atau dua setengah tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jogjakarta terhadap Direktur PT Java Orient Properti (JOP) Dandan Jaya. Hakim memvonisnya dalam kasus dugaan korupsi berupa suap pada perizinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Apartemen Royal Kedhaton Yogyakarta.

”Meski vonis lebih berat daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yakni dua tahun penjara tapi vonis dua setengah tahun penjara merupakan setengah dari ancaman pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ungkap Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat dan Monitoring Peradilan JCW, Baharuddin Kamba.

Yang jelas, lanjutnya, semua unsur-unsur yang didakwakan oleh JPU dinyatakan terbukti oleh majelis hakim. Semoga vonis setengah dari ancaman pidana ini memberikan efek jera bagi terdakwa maupun yang lainnya.

Pidana Denda

Read More

Mengenai pidana denda, mendekati maksimal yakni Rp 200 juta dari ancaman pidana maksimal yakni Rp 250 juta. Meskipun subsidairnya terbilang rendah yakni hanya empat bulan seharusnya dengan vonis pidana denda Rp 200 juta subsidair yang dijatuhkan minimal enam bulan.

Hal yang lain yang JCW soroti selama persidangan berlangsung khususnya saat jelang vonis yakni molornya persidangan dan suara mik yang sering kali tidak jelas terdengar. Rata-rata molornya persidangan korupsi bisa mencapai dua hingga empat jam.

”Kami berharap untuk persidangan bagi terdakwa lainnya dihadirkan secara offline atau hadir langsung di persidangan. Hal ini selain majelis hakim dan JPU dapat menggali lebih dalam perkaranya juga mengantisipasi jika jaringan internet mengalami kendala,” saran Kamba.

Related posts

Leave a Reply