JIH-Kortex Bersama Hadirkan Klinik Bedah Saraf

BEDAH SARAF: Dirut PT Unisia Medika Farma, Bambang Pediantoro dan Dirut PT Kortex Global Sejahtera, dr Agus Chairul Anab menandatangani kerjasama dalam menghadirkan layanan bedah saraf bernama Klinik Bedah Saraf JIH-Kortex di RS JIH Yogyakarta / SM-Asef Amani

YOGYAKARTA, SMJogja.com – Rumah Sakit JIH Yogyakarta di bawah naungan PT Unisia Medika Farma meresmikan layanan baru Klinik Bedah Saraf JIH-Kortex. Klinik ini wujud komitmen mendekatkan layanan bedah saraf dengan teknologi canggih dan tenaga kesehatan yang expert dengan sentuhan budaya lokal yang ramah bagi masyarakat.


Peresmian ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara kedua belah pihak dan dilanjutkan dengan peresmian Indonesia Brain Spine Community (BSC). Sekaligus diadakan hybrid Webinar bedah saraf dengan tema Key Hole Surgery.


Presiden Direktur Rumah Sakit JIH Yogyakarta, dr Sari Kusumastuti SpA mengatakan, kesehatan menjadi fokus masyarakat saat ini dengan diiringi teknologi yang berkembang pesat. Maka, rumah sakit dituntut memiliki inovasi pelayanan medis yang canggih.


“Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan PT Kortex Global Sejahtera untuk menghadirkan layanan kesehatan bedah saraf bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya. Semoga kerjasama ini dapat memberi manfaat bagi seluruh masyarakat dalam pelayanan bedah saraf,” ujarnya.

Read More


Ia menuturkan, hadirnya BSC-JIH Yogyakarta merupakan wadah bagi para pesen dan mantan pasien bedah saraf untuk bergabung dalam satu komunitas. Tujuannya komunitas ini guna memberikan ruang bagi pasien yang telah sembuh untuk berbagi pengalaman dan informasi.


“Berbagi pengalaman itu bentuk rasa syukur setelah sembuh kepada pasien yang lain. Hal itu sesuai dengan slogan BSC, yakni Teman di Kala Sakit, Sahabat di Kala Sehat,” katanya.


Pada kesempatan yang sama, Dirut PT Unisia Medika Farma,  Bambang Pediantoro mengutarakan, layanan yang diberikan klinik ini cukup canggih, yakni teknik Key Hole Surgery. Teknik ini adalah operasi yang hanya membutuhkan sayatan atau lubang operasi sebesar 2-3 cm.


“Teknik ini ditunjang dengan mikroskop canggih. Maka, dokter bisa melakukan operasi-operasi di tempat tersulit yang ada di dalam otak maupun batang otak. Misalnya operasi tumor otak, wajah merot (hemifacialspasm), nyeri gigi dan gusi (trigeminal neuralgia), dan kejepit saraf leher (spondylosiscervical),” jelasnya.


Sementara itu, Dirut PT Kortex Global Sejahtera, dr Agus Chairul Anab mengaku, JIH melakukan hal luar biasa yang terus berinovasi dalam pelayanan kesehatan. Pasien dinilainya menjadi hal penting untuk terus diperhatikan.


“Saya rasa kerjasama ini tak hanya sampai di sini, banyak yang bisa kerjasamakan lagi, misalnya terkait alat-alat kesehatan yang terus maju. Pasien bisa menggunakan alat sendiri di rumah, tapi tetap harus terkoneksi dengan rumah sakit,” ungkapnya. 

Related posts

Leave a Reply