Jogja Gumregass, Bangkitnya Motor Tua

Ketua Panitia Djogjantiqueday Albertus Anton Renaldi dan Ketua Motor Antique Club (MAC) Jogjakarta, Admaji Apriliyanto / Agung PW

JOGJA, SMJogja.com – Ribuan motor tua bakal memenuhi halaman JEC, akhir pekan ini. Mereka akan mengikuti kegiatan yang sudah dua tahun terhenti, Djogjantique Day (DaD) 2022. Tak hanya dari Indonesia, sejumlah komunitas motor tua dari beberapa negara juga hadir.

Ketua Motor Antique Club (MAC) Jogjakarta, Admaji Apriliyanto mengungkapkan Djogjantique Day (DaD) sebenarnya merupakan agenda tahunan. Namun selama pandemi dua tahun terhenti karena tak boleh ada pengumpulan massa. Kini, saat situasi mulai membaik, mereka menggelar acara yang menjadi obat rindu penggemar sepeda motor tua.

”Dua tahun pandemi membuat Motor Antique Club (MAC) Jogja tidak bisa mengadakan ajang silahturahmi sesama penggemar motor tua seluruh Indonesia, Djogjantique Day (DaD). Semangat untuk bangkit dari masa pandemi menjadi semangat bersama untuk menggelar DaD,” tandas Apriliyanto.

Ia menjelaskan area sayap barat outdoor JEC akan disusun menjadi satu lokasi yang lengkap, mulai dari edukasi, seni, hiburan, area merchandise dan kuliner. Motor antik dari seluruh Indonesia yang datang akan ditata sebagai edukasi dan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Read More

Acara Keluarga

Tarian tradisional dan jathilan sampai beragam aliran musik juga bakal menghibur semua pengunjung selama dua hari penyelenggaraan DaD. Ada pula pameran seni yang mengangkat isu daur ulang sampah logam menjadi sebuah karya seni patung dari salah seorang anggota MAC Jogja, Eri Sudarmono.

Ketua Panitia, Albertus Anton Renaldi mengatakan ajang DaD tidak mengkhususkan untuk penggemar motor antik saja, tetapi lebih kepada acara liburan keluarga. Pengunjung dapat berbelanja beragam pakaian, pernak-pernik untuk semua kalangan umur di area merchandise.

”Demi mendukung semangat pariwisata Jogjakarta yang bangkit dari masa pandemi, teman-teman motor antik yang datang dari seluruh Indonesia dapat berwisata ke objek wisata dan membeli oleh-oleh untuk dibawa ke kampung halaman,” imbuh Anton.

Gelaran DaD tetap memperhatikan semua protokol kesehatan yang berlaku sesuai anjuran pemerintah. Tempat cuci tangan ada di banyak lokasi. Tim kesehatan juga siap di lapangan.

Related posts

Leave a Reply