JTTC Luncurkan Coffee Study Corner

Suasana coffee study corner Korporat di kantor pusat JTTC Kragilan, Sinduadi, Sleman yang diluncurkan pada Jumat (14/10/2022) / Amelia Hapsari

YOGYAKARTA, SMJogja.com – Sejak diresmikan pada 2002, lembaga pelatihan bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, Jogja Tourism Training Center (JTTC) terus mengembangkan sayap. Jumat (14/10) kemarin, lembaga yang didirikan atas kolaborasi UGM, Asita, dan PHRI DIY itu meluncurkan coffee study corner.

Kehadiran layanan ini berfungsi sebagai wahana pembelajaran, mengingat JTTC juga menyediakan pelatihan barista. “Semoga dengan hadirnya coffee study corner di JTTC bisa memberikan kenyamanan kepada para karyawan serta para trainer, asesor serta auditor,” kata Direktur Korporat, Hairullah Gazali disela acara peluncuran.

Mengulas perkembangan JTTC, Hairullah mengungkapkan sejak akhir tahun 2021, lembaga tersebut menempati kantor pusat di Kragilan, Sinduadi, Sleman. Selain di head office, lokasi pelatihan juga ada di Kota Yogyakarta dan Sleman. Hingga saat ini, JTTC sudah menyelenggarakan banyak pelatihan dan workshop yang melibatkan kurang lebih 25.000 peserta. Lembaganya juga telah bekerjasama dengan 80 persen kedinasan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, perhotelan, perusahaan penerbangan, lembaga pendidikan lokal maupun nasional, hingga ranah kementerian.

Narasumber di JTTC berjumlah sekitae 150 orang yang terdiri dari para assesor LSP pariwisata, akademisi praktisi pariwisata/non pariwisata. “Kegiatan di tempat kami merupakan pelatihan perhotelan dan pariwisata berupa kelas pendek yang pesertanya mulai kelas privat hingga besar,” terangnya. 

Read More

Pelatihan yang diselenggarakan antara kepribadian (individual empowering), managerial penunjang, pelatihan bagi pelaku pariwisata, penyegaran kompetensi, tematik, hotel dan restoran, serta kewirausahaan.

Melihat peluang dan kebutuhan pasar, pada tahun 2007 dibentuk sebuah lembaga sertifikasi kompetensi profesi yang bertujuan mencetak SDM pariwisata berkompeten. Saat ini, Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata telah memiliki 18 skema sertfikasi serta penambahan ruang lingkup sebanyak 16 skema.

Kemudian pada tahun 2015, untuk menjawab kebutuhan para pemilik usaha yang bergerak di bidang pariwisata, JTTC mengembangkan sayap membuka sebuah lembaga sertifikasi usaha pariwisata yang bernama Lembaga Sertifikasi Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (LS BMWI). “Sampai saat ini sudah banyak klien termasuk hotel bintang dan non bintang serta usaha restoran yang menyertifikasikan usahanya,” imbuh Irul, sapaan akrab Hairullah Gazali.

Selanjutnya, JTTC bersama LSPP Jana Dharma Indonesia (LSPP JDI), dan Lembaga Sertfikasi Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (LS BMWI) membentuk Korporat. Dalam perkembangannya, Korporat mengembangkan usaha dalam bidang event organizer.

Related posts

Leave a Reply