Jumput Sampah, Pilah Sejak Dini

Gerakan Jumput Sampah diawali dari Fakultas Kedokteran Gigi UGM / dok UGM

JOGJA, SMJogja.com – Sampah masih menjadi persoalan di mana-mana. Bahkan Kota Jogja sempat mendapat julukan darurat sampah karena warga memblokir jalan menuju tempat pembuangan. Berangkat dari berbagai pesoalan sampah, UGM membuat program Gerakan Juemput Sampah.

”Kami meluncurkan gerakan kebersihan kampus dengan membudayakan jumput sampah secara manual dan virtual. Ke mana arah kita berjalan kita akan menemukan tempat sampah. Langsung masukkan sampah ke tempatnya sesuai dengan karakteristiknya,” ungkap Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UGM, drg Suryono PhD, yang menginisiasi program tersebut.

Fakultasnya menggandeng PT Wahana Anugerah Energi (WAE) untuk gerakan kampus bersih dan jumput sampah. Dekan FKG drg Suryono PhD menandatangani kerja sama dengan perwakilan PT WAE, Yudho Indarjo di kampus setempat. Hadir pula Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia MMed Ed SpOG (K) PhD.

Menurut Suryono, mereka akan memulai gerakan bersih kampus dan membudayakan kebiasaan membuang dan memilah sampah di kalangan sivitas akademika. Petugas mengambil sampah sesuai karakteristiknya dengan mengklasifikasi jenis sampah organik dan non organik. Khusus sampah yang non organik akan diolah untuk dijual kembali.

Read More

”Sampahikonversi menjadi rupiah dan Korpagama bisa mengelola sehingga bermanfaat bagi pegawai FKG,” imbuhnya.

Budaya Bersih

Ia menambahkan gerakan budaya kebersihan kampus sebagai bentuk dukungan FKG pada program Health Promoting University (HPU) dari universitas. Fakultasnya mendukung penih kebijakan HPU melalui kebersihan lingkungan.

Perwakilan PT WAE, Yudho Indarjo menuturkan pihaknya menyampaikan apresiasi kepada FKG yang sudah menjalin kerja sama. Ia menjelaskan WAE memiliki produk aplikasi Rapel singkatan dari Rakyat Peduli Lingkungan untuk pengelolaan sampah.

”Sampai saat ini masih ini kami masih mengelola sampah anorganik. Meski kantor kami berpusat di Tangerang namun punya operasional kegiatan di Jogja. Peluncuran pertama Rapel di Jogja karena tempat yang paling tepat memperkenalkan kepada masyarakat,” paparnya.

Rektor, Prof Ova Emilia mengatakan gerakan menjaga lingkungan agar bersih dari sampah bertujuan lingkungan kampus tetap hijau dan asri. Ia mengapresiasi kesadaran luar biasa FKG sehingga bisa meningkat ke universitas.

Related posts

Leave a Reply