Kadin: B20 Indonesia Momentum Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid / ist

BALI, SMJogja.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyatakan momentum B20 Indonesia memiliki peran vital untuk mengambil dan momentum di tengah krisis Rusia-Ukraina dan pemulihan ekonomi pascapandemi. Sebagai negara yang berada di antara kawasan Utara dan Selatan serta satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota tetap G20, Indonesia mampu menjadi penyambung suara ekonomi negara maju dan berkembang di kancah global.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad pada momen penutupan rangkaian konferensi atau B20 Summit di Bali, Selasa (15/11). Menurutnya, dalam situasi itu, Presidensi B20-G20 Indonesia memiliki peran vital untuk menjadi penengah sekaligus memberikan terobosan untuk pemulihan ekonomi dan meredam panasnya suhu politik dunia, termasuk bisa menimalisir kesenjangan antara negara maju dan berkembang.

“Ini pertama kali Indonesia sebagai negara berkembang menjadi tuan rumah. Maka, Indonesia
mengedepankan agenda-agenda yang berhubungan dengan negara berkembang, karena selama ini
lebih banyak di-drive oleh negara maju. Karena itulah, isu UMKM yang di presidensi sebelumnya
tidak begitu diperhatikan sekarang kami kedepankan. Kami ingin mencapai konsesus untuk sesuatu
yang luar biasa,” ujarnya dalam keterangan persnya, kemarin.

Selaras dengan prioritas G20 Indonesia, kata Arsjad, B20 Indonesia juga merumuskan tiga terobosan,
yaitu inovasi untuk pertumbuhan pascakrisis yang adil, penyertaan UMKM dan kelompok rentan
untuk pembangunan berkelanjutan, dan kolaborasi negara maju dan berkembang untuk pertumbuhan
yang tangguh dan berkelanjutan.

Read More

Seluruh terobosan itu, lanjut Arsjad, tercermin dalam B20 Komunike yang mengarahkan pada tujuan
menyeluruh untuk mendorong masa depan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan. Selama setahun
perjalanan B20 Indonesia, terjadi banyak pembahasan dan perdebatan karena setiap negara memiliki regulasinya masing-masing terutama terkait transisi energi, kesehatan dan digitalisasi.

“B20 Indonesia hadir untuk mencari solusi. Dari setiap policy recommendation yang dihasilkan, kami tidak hanya ingin berhenti pada kebijakan dan diskusi saja, tapi ada outcome konkretnya atau policy actionnya. B20 Indonesia fokus untuk bergerak melampaui policy recommendation dan legacy program. Pada akhirnya, kami akan menyajikan B20 Komunike sebagai seruan untuk bertindak bagi para pemimpin G20,” jelasnya.

Tidak Pesimistis

Sementara itu, saat menutup rangkaian konferensi atau B20 Summit, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengutarakan, dalam pertemuan awal dengan KADIN Indonesia selaku penyelenggara B20 dirinya mendorong agar tidak pesimistis terkait kehadiran pandemi, karena pasti selalu ada peluang di setiap tantangan.

“Ternyata 10 bulan kemudian ada krisis perang, ada krisis pangan, ada krisis energi dan keuangan. Tapi kita bersyukur, Indonesia di kuartal II masih tumbuh 5,44 persen dan kuartal III tumbuh
5,72 persen. Inflasi juga terkendali. Ekonomi kita akan terus tumbuh,” tuturnya.

Presiden menambahkan, bagi negara lain dan juga lembaga dunia, Indonesia adalah satu cahaya terang di kegelapan dunia. Untuk itu, Indonesia perlu membuat strategi utama untuk terus mendorong nilai tambah. Pertama hilirisasi, industrialisasi dan membangun nilai tambah untuk negara maupun penciptaan lapangan kerja.

“Ekonomi hijau atau potensi energi baru terbarukan kita sekitar 434 ribu MW. Semua potensi alam dari matahari, air, angin itu ada semua. Ini kesempatan bagi investor untuk berinvestasi di sini, karena memang untuk investasi hijau tidak sedikit. Jadi kita ingin bersama-sama membangun ekonomi hijau
di Indonesia,” paparnya.

Dia menyebutkan, di Kalimantan Utara (Kaltara), sudah ada 30 ribu hektar untuk kawasan industri berbasis
energi terbarukan hidropower. Nantinya, investor akan datang untuk membangun produk-produk hijau di Indonesia.

“Saya ingin usaha kecil didorong dan dibantu oleh perusahaan besar untuk melakukan digitalisasi. Saat ini sudah ada 19 juta UMKM yang masuk platform digital dan ditargetkan 2024 mencapai 30 juta UMKM,” ungkapnya.

Related posts

Leave a Reply