Karya Seni dan Media Rekam Mampu Membangkitkan serta Memulihkan Pasca Pandemi Covid-19

Dosen FIB Universitas Diponegoro Semarang, Sukarni Suryaningsih, menyampaikan gagasan dalam seminar FSMR ISI Jogjakarta / Agung PW

JOGJA, SMJogja.com – Pemahaman seni dengan berbagai karyanya dalam konteks pandemi Covid-19 ternyata memiliki banyak manfaat. Utamanya, membangkitkan dan memulihkan masyarakat yang lebih dua tahun berada dalam situasi yang sangat sulit.

Dosen FIB Universitas Diponegoro Semarang, Dr Sukarni Suryaningsih SS MHum mengungkapkan hal itu ketika menjadi pembicara kunci dalam Seminar Seni Seni Media Rekam 2022. Seminar bertajuk ”Seni Media Rekam: Memulihkan dan Membangkitkan”, Institut Seni Indonesia (ISI) berlangsung di Hotel Burza Jogjakarta.

”Ada pemahaman seni untuk seni tetapi ada pula yang lebih dari itu, seni untuk masyarakat. Manfaat seni misalnya film, dapat membawa pesan tertentu untuk pemulihan dan penyembuhan dari pandemi Covid-19,” tandas Suryaningsih.

Pijakan Kemajuan

Read More

Narasumber lain, Dr Samuel Gandang Gunanto SKom MT mengatakan pengalaman dua tahun selama pandemi Covid-19 jangan sampai hanya menjadi sejarah. Pengalaman tersebut justru menjadi pijakan kemajuan dalam sistem pembelajaran.

Ia menyoroti istilah blended learning dalam pembelajaran pasca pandemi Covid-19. Menurutnya sistem tersebut bisa menjadi inovasi baru dan berkembang menjadi sistem baru pembelajaran. Blended learning tidak sekadar mencampurkan sistem daring dan luring tetapi jauh lebih kompleks.

”Perlu strategi mengubah kondisi supaya mempermudah proses pembelajaran ke depan,” tandas Samuel.

Mampu Memulihkan

Dekan FSMR ISI Jogjakarta, Dr Irwandi SSn MSn menyampaikan seluruh aspek kehidupan berubah arah kembali ke situasi pra pandemi dan mungkin juga melampauinya. Berbagai aspek kehidupan mulai bangkit serta pulih dari dampak pandemi. Seni menjadi bagian dari aspek kehidupan yang mampu memiliki daya untuk memulihkan dan membangkitkan berbagai lini kehidupan.

Ketua Panitia Seminar, Agustinus Dwi Nugroho SIKom MSn menambahkan seminar akademik kali ini menjaring 36 abstrak yang lolos. Namun demikian yang mengirim penuh tulisannya 31. Banyak yang berminat tetapi panitia membatasi jumlah peserta yang masuk.

”Nantinya makalah tersebut akan diterbitkan dalam prosiding ISBN. Selain itu akan dipilih enam best paper yang akan masuk ke dalam jurnal terakreditasi di bawah naungan FSMR yakni Jurnal
REKAM, Jurnal JAGS, dan SPECTA,” jelas Agus.

Related posts

Leave a Reply