Kawasan Padat Penduduk Mrican Akan Direvitalisasi

Kawasan padat penduduk di RW 8 Pringgodani, Padukuhan Mrican, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman akan direvitalisasi melalui program Kotaku / dok

SLEMAN, SMJogja.com – Kawasan padat penduduk di  Pringgodani, Padukuhan Mrican, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman dalam waktu dekat akan direvitalisasi. Implementasi program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini khususnya menyasar lingkungan RW 8. 

Pemilihan Mrican sebagai target lokasi dikarenakan adanya beberapa permasalahan tentang daerah kumuh yang mendera padukuhan tersebut. “Masalah yang muncul antara lain ketidakteraturan bangunan, dimana bangunan berdiri secara tidak beraturan dan berdempetan. Selain itu, jalan lingkungan yang berada di RW 8 juga tidak memenuhi standar, yaitu luas jalannya yang kecil, serta minim drainase,” terang Adi Eryadi selaku anggota tim Kotaku Kementerian PUPR, Rabu (16/11).

Persoalan lainnya menyangkut timbulan sampah dan limbah yang melebihi kapasitas serta proteksi kebencanaan. Pasalnya, kepadatan bangunan menyebabkan tidak adanya akses mobil damkar untuk proteksi kebakaran. Disamping itu juga berhubungan dengan potensi banjir akibat meluapnya Sungai Gajah Wong yang berbatasan langsung dengan wilayah Mrican tersebut.

“Kami sudah sepakat permasalahan kumuh di Mrican akan ditangani secara kolaboratif. Artinya ada keterlibatan dari pemerintah pusat, kabupaten, kalurahan, dan masyarakat,” ujarnya.

Read More

Melalui program Kotaku nantinya akan dilakukan penataan ulang terhadap bangunan. Diantaranya penggeseran bangunan yang ada di pinggir sungai sejauh 3 meter dan pembangunan jalan inspeksi di sepanjang bibir sungai. Berbagai upaya itu diharapkan dapat meminimalisir banjir, sekaligus memberikan kemudahan akses transportasi pelayanan publik seperti mobil damkar, ambulan, kendaraan pengakut sampah, dan penguras IPAL.

Sementara itu, Sub-Koordinator Kelompok Substansi Perumahan Formal Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Agung Yuntoro mengatakan, peran Pemkab dalam program ini adalah melakukan pendampingan pekerjaan fisik. 

“Nanti juga akan ada perencanaan terkait dengan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, kawasan ini diproyeksi sebagai edupark dengan melibatkan unsur pendidikan, pariwisata, dan SDM,” jelasnya.

Pelaksanaan program ini mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat. Menurut Dukuh Mrican, Sumardji, semua warganya mendukung penuh program Kotaku. “Warga siap bekerjasama. Kami yakin dengan adanya jalan inspeksi, dan penataan tata kelola ruangan akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi dan kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply