Kecelakaan Maut di Bantul, KNKT Teliti Jejak Rem

Bus wisata yang menabrak tebing di Bantul / ist

JOGJA, SMJogja.com – Kecelakaan maut yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia membuat duka mendalam bagi keluarga korban. Ada sejumlah dugaan mengenai penyebab kecelakaan di rute yang memang berbahaya tersebut. Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT), turun langsung melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya bakal meneliti secara seksama kecelakaan yang mengakibatkan 13 orang meninggal dan puluhan lain luka berat dan ringat. Di samping itu, ia melihat jalur di sekitar Dlingo, Bantul, memang rawan dan berbahaya. Ia mengingatkan sebaiknya kendaraan berat tidak boleh melintasi rute itu.

”Jalur di sini memang berbahaya, jalan turun cukup tajam. Kendaraan besar dan berat seperti bus rawan melintas di Dlingo,” ungkap Soerjanto.

Seperti diberitakan kemarin, bus wisata GA Trans mengalami kecelakaan di Bukit Bego, Dlingo, Bantul. Ada dugaan bus mengalami rem blong atau sopir tak menguasai medan sehingga bus tak terkendali. Kendaraan pembawa wisatawan itu menabrak tebing. Beberapa penumpang terlempar keluar akibat kerasnya benturan.

Read More

Jalur Rawan

Jalan sepanjang lokasi kecelakaan memang rawan, dari bawah menanjak dan dari atas menukik tajam. Pengemudi kendaraan yang belum berpengalaman ada baiknya tidak melintasi jalut tersebut. Selain rawan, pada hari-hari tertentu terutama liburan, cukup ramai sehingga pengemudi harus ekstra hati.

Ia menjelaskan KNKT akan melakukan penyelidikan dan penelitian mendalam mengenai kondisi kendaraan serta jalan. Bahkan, mengukur derajat kemiringan jalan. Kelak ada rekomendasi, kendaraan besar boleh melintas atau tidak. Solusi lain, ada kendaraan kecil yang mengangkut penumpang dari lokas-lokasi yang berbahaya supaya aman sampai tujuan.

Pada temuan sementara di lapangan, KNKT tidak melihat ada bekas pengereman di lokasi sebelum dan pada saat kecelakaan. Kemungkinan bus meluncur dari atas dan menghantam tebing. Sebagian penumpang terlempar keluar akibat kerasnya benturan.

Mengenai kondisi korban di rumah sakit, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi R menjelaskan sebagian sudah membaik. Beberapa ada yang memerlukan penanganan khusus di sejumlah rumah sakit di Yogyakarta dan Surakarta.

Related posts

Leave a Reply