Kecerdasan Buatan Bantu Atasi Masalah Pangan

Kecerdasan buatan dapat membantu pertanian semakin modern / www.intellias.com

JOGJA, SMJogja.com – Kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) dalam pertanian dapat membantu petani mengotomatisasi pertanian. Selain itu, mereka juga bisa beralih ke budidaya yang tepat untuk hasil
panen yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik sambil menggunakan lebih sedikit sumber daya.

Dosen Universitas Amikom Yogyakarta, Dr Andi Sunyoto MKom mengungkapkan pendapatnya tersebut ketika berorasi ilmiah pada Dies Natalis ke-28 Universitas Amikom di kampusnya. Ia mengungkapkan perusahaan yang terlibat dalam peningkatan pembelajaran mesin atau layanan berbasis kecerdasan buatan akan mendapatkan kemajuan teknologi di masa depan.

”Mereka akan memberikan aplikasi yang lebih berguna di sektor pertanian, membantu dunia menangani
masalah produksi pangan untuk populasi yang tumbuh,” tandas Andi di depan sivitas akademika.

Mengutip Global Food Security Index dari The Economist Intelligence Unit, menempatkan Indonesia pada urutan ke-63 dari 113 negara di dunia. Berdasarkan data tersebut terdapat 6,5 persen dari masyarakat Indonesia mengalami kekurangan gizi dan 31,8 persen anak di bawah lima tahun mengalami stunting, 17,7 persen anak kekurangan berat badan, dan 6,9 persen obesitas (Economist Impact, 2022).

Read More

Revolusi Teknologi

Bahkan, selama pandemi, isu kerawanan pangan semakin menonjol. Tercatat ada 23 persen rumah
tangga melaporkan mengalami kerawanan pangan. Ia menggagas perlunya revolusi teknologi guna mengatasi persoalan pertanian dan pangan melalui kecerdasan buatan.

”Karena itu, teknologi harus menjadi solusi persoalan di bidang pertanian yang merupakan
dampak perubahan iklim global. Teknologi juga mharus menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan sumber daya dalam upaya pemenuhan kebutuhan yang terus berkembang tanpa batas,” tegas Andi.

Solusi untuk kedua jenis persoalan tersebut di atas memicu tiga revolusi Iptek terkait bidang pertanian yaitu bioteknologi, nanoteknologi, dan teknologi informasi. Ia berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi untuk peningkatan produksi pertanian.

Ketersediaan inovasi teknologi menurutnya juga merupakan salah satu kunci peningkatan kesejahteraan petani dan menarik minat generasi muda dalam menciptakan aneka peluang bisnis turunan. Terdapat lima teknologi utama yang menopang implementasi industri 4.0, yaitu internet of things(IoT), computer vision, artificial intelligence (AI), human machine interface (HMI), teknologi robotik dan sensor, serta wireless sensor network(WSN).

”Sektor pertanian juga ikut berubah seiring dengan tren tersebut yang akhirnya memunculkan terminologi smart farming (pertanian cerdas), precision farming (pertanian presisi) dan banyak lagi,” ujar Andi.

Ia berharap kecerdasan buatan akan mendorong anak muda yang melek teknologi tertarik ke dunia pertanian. Akibatnya bakal banyak petani-petani muda yang menjalankan proses pertanian menggunakan kecerdasan buatan. Dengan ketahanan pangan Indonesia dapat lebih kuat.

Related posts

Leave a Reply