Kehilangan Air PDAM Sleman Capai 25 Persen

Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata / SMJogja.com- Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Tingkat kehilangan air yang dilaporkan PDAM Sleman sepanjang tahun 2021 lalu mencapai 25 persen. Meski cukup tinggi, namun angka tersebut dibawah rata-rata nasional yang lebih dari 30 persen.

Ditargetkan di tahun 2022 ini, angka kehilangan air bisa turun satu persen. “Kehilangan air yang dimaksud tidak sekedar teknis atau fisik tapi juga secara administrasi. Selama tahun 2021 datanya sekitar 25 persen, hampir mendekati batas toleransi,” ungkap Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata, Senin (28/1).

Dampak yang dirasakan akibat hilangnya air tidak hanya berkurangnya peluang pendapatan PDAM, namun juga distribusi aliran air ke masyarakat menjadi terganggu. Upaya untuk menekan kehilangan air sudah dilakuan dengan rutin melakukan kontrol dan monitoring. PDAM juga memasang alat logger untuk mengukur tekanan di 21 titik. Titik ini dipilih karena tingkat kehilangannya diatas 25 persen.

Sementara itu dari sisi administrasi, kehilangan air biasanya disebabkan ada watermeter yang mati. “Tahun depan kita akan tingkatkan monitoring terutama di unit-unit yang kehilangan airnya tinggi. Mudah-mudahan nanti akan turun secara signifikan,” ujar Dwi.

Read More

Disamping konsen terhadap persoalan kehilangan air, PDAM juga tetap akan fokus pada program penambahan sambungan baru. Tahun ini diharapkan terealisasi bagi 1.000 masyarakat berpenghasilan rendah. Daerah Prambanan juga masih menjadi salah satu prioritas. Rencananya, PDAM akan menambah debit produksi di sumber Pendekan. 

“Masyarakat Prambanan sekarang sedang gencar-gencarnya mengembangkan pariwisata. Kami dukung dengan menambah layanan air bersih,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply