Kenaikan BBM Sengsarakan Rakyat!

Ketua DPD Partai Demokrat DIY, Hj Erlia Risti SH / ist

JOGJA, SMJogja.com – Pemerintah memberi kejutan untuk rakyat Indonesia, kenaikan harga BBM. Sayangnya, kejutan tidak membuat rakyat bahagia namun sebaliknya membuat rakyat sengsara. Mereka menjerit karena sebentar lagi segala kebutuhan pasti akan ikut naik.

”Tak tanggung-tanggung kenaikan sebesar 30 persen untuk jenis Pertalite dan 16 persen untuk jenis Pertamax serta Solar sangat mengejutkan rakyat Indonesia. Kebijakan ini sukses menyebabkan berbagai macam dampak negatif dalam masyarakat,” tandas Ketua DPD Partai Demokrat DIY Hj Erlia Risti SH.

Ia mengungkapkan dampak secara jelas seperti inflasi tak dapat terelakkan akibat harga kebutuhan pokok pasti naik. Perekonomian warga yang semula tertatih-tatih bangkit tiba-tiba kembali jatuh akibat kenaikan harga BBM.

Menurutnya sangat ironi dan tak masuk akal kenaikan harga BBM di tengah kesulitan rakyat dan menurunnya harga minyak dunia. Ia merasa prihatin apalagi ada pengalihan subsidi BBM yang diarahkan pada bantuan sosial di bawah naungan Kemensos dan BPJS dengan skema Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan subsidi upah pekerja serta beberapa bansos lain.

Read More

Risiko Bantuan

”Kami menilai pemerintah mendidik rakyatnya menjadi kaum peminta-minta yang selalu berharap bansos yang tidak seberapa nominalnya jika dibelanjakan dalam kondisi seluruh harga kebutuhan naik akibat harga BBM naik,” ujar Erlia yang juga anggota DPRD DIY.

Ia menilai sistem di Indonesia belum seluruhnya sadar dan siap menerima bansos. Ada yang amanah tapi tak sedikit yang curang bahkan dilakukan oleh pejabat tinggi negara yang seharusnya menjadi panutan. Risiko pemberian bansos antara lain tak tepat sasaran, rawan korupsi dan rawan konflik di masyarakat.

Sekretaris DPD Demokrat DIY, Mohamad Fuad Burhan menambahkan, partainya minta Pemerintah untuk bangun dan membelalakkan mata serta melihat lebih jauh bagaimana sengsaranya rakyat atas kebijakan tersebut. Ia menyebut tak usah muluk-muluk memikirkan Ibu Kota Negara (IKN), tidak perlu bermimpi pembangunan kereta cepat yang canggih dan mewah. Hal mendesak dan penting, tidak membuat rakyat sengsara.

Related posts

Leave a Reply