Kenalkan Sastra lewat Siniar

Yosi Wulandari / ist

SAYA tidak bisa mengubah arah angin, namun saya bisa menyesuaikan pelayaran saya untuk selalu menggapai tujuan saya” – Jimmy Dean

Peran teknologi dalam berbagai aspek kehidupan sudah tidak dapat dielakkan lagi. Begitupun dalam dunia sastra, pergeseran yang terjadi dalam segala dinamikanya juga telah menghadirkan genre sastra yang erat dengan kondisi sekarang, yaitu sastra digital. Akan tetapi, karya-karya sastra lama atau angkatan-angkatan masa lalu tetap memiliki potensi agar tetap dekat dan mendapat tempat di hati generasi Z ataupun Alfa dan generasi seterusnya.

Muatan dan kekuatan nilai pada karya-karya sastra telah menjadi motivasi penting bagi para pemerhati sastra untuk terus berinovasi. Inovasi teknologi untuk menggiatkan sastra mulai dilirik yakni teknologi siniar sastra. Siniar atau podcast sastra pada eranya sekarang tentu menjadi peluang bagi sastra untuk bisa hidup kembali, khususnya sastra-sastra Indonesia era sebelum reformasi. Konsep siniar sastra inilah yang dikenal dengan alih wahana sastra.

Konsep alih wahana telah lama ditawarkan oleh ahli sastra Indonesia. Sapardi Djoko Damono dalam bukunya Alih Wahana tahun 2018 menyatakan bahwa alih wahana tidak hanya berkaitan dengan penerjemahan, melainkan pemindahan dari satu jenis bentuk kesenian menjadi bentuk lain. Bentuk alih wahana yang sudah ada sebelumnya ialah, ekranisasi, musikalisasi, dramatisasi, dan novelisasi. Kehadiran teknologi tentu memberikan ruang untuk bentuk alih wahana lain hadir meramaikan dunia apresiasi sastra, salah satunya Siniar Sastra.

Read More

Literasi Sastra

Gerakan literasi masih menjadi gerakan nasional yang senantiasa diusung dan disiapkan oleh pemerintah. Literasi menjadi program yang cukup penting, dengan memiliki daya literasi yang baik generasi dianggap akan cakap dalam mendapatkan dan menggunakan informasi secara efektif serta mampu mengevaluasi secara kritis. Daya literasi yang baik akan menunjukkan kekuatan dalam diri seseorang untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dengan aktivitas positif.

Akan tetapi, era teknologi pun telah melahirkan generasi yang berbeda. Kecenderungan generasi sekarang lebih senang menonton film dan menggunakan gawai daripada membaca buku. Karena itu, perlu memberikan perlakuan berbeda untuk menggiatkan literasi sesuai zamannya dengan transformasi literasi digital sastra. Bentuk transformasi literasi digital bersastra yang dekat dengan zaman generasi muda ialah siniar atau podcast. Transformasi ini dianggap memiliki dampak yang signifikan dalam mengidentifikasi minat masyarakat.

Alih wahana sastra bentuk siniar di era teknologi dianggap salah satu hal yang digemari dan menjadi wadah yang efektif. Siniar dapat dilakukan dalam berbagai bentuk baik monolog maupun dialog. Memanfaatkan siniar dalam menguatkan peran sastra tentu menjadi salah satu hal efektif. Hal ini didasarkan pada konsep siniar yang dapat dikemas dalam bentuk video, audio visual, ataupun audio.

Perkembangan siniar dewasa sangat pesat, Nielsen dalam laman liber.id menyatakan pendengar podcast bertumbuh lebih dari 3,6 juta pendengar. Karena itu, tema konten siniar sastra menjadi begitu berpeluang memberikan ruang untuk hidupkan gairah bersastra dan penanaman nilai-nilai sastra pada generasi.

Alih wahana sastra dalam bentuk podcast dapat disajikan dalam berbagai konten yang menarik. Pertama, konten audio pada pembacaan puisi, syair, pantun cerpen, novel, drama, dan jenis lainnya. Pembacaan teks sastra menjadi peluang bagi sastra angkatan lama pun dikenal kembali oleh generasi muda dan nilai baiknya pun dapat diteruskan di zaman sekarang. Kedua, konten audiovisual. Konten ini dapat disajikan dengan model monolog ataupun dialog. Siniar audiovisual dapat digunakan untuk mengulas isi ataupun muatan dalam tema-tema sastra yang digemari masyarakat, misalnya cerita misteri, sastra sejarah, dan bahkan sastra lama sehingga pesan ataupun muatan dalam karya sastra dapat sampai pada generasi bangsa.

  • Penulis, Yosi Wulandari, Dosen PBSI, FKIP, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Mahasiswa S-3, Program Doktor, IIH, FIB, UGM

Related posts

Leave a Reply