KKN UGM di Pelosok, Ajak Warga Lakukan Inovasi

Mahasiswa KKN UGM di Samosir, Sumatra Utara, menunjukkan ternak magot / Agung PW

MEDAN, SMJogja.com – Sebanyak 90 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di pelosok. Mereka berada di Kecamatan Harian, Pangururan dan Sianjur Mula Mula Kabupaten Samosir, Sumatra Utara yang jarak tempuhnya sekitar tiga jam dari kota kabupaten, melalui jalan naik-turun penuh kelokan. Selama di sana, mahasiswa mengajak warga melakukan inovasi di berbagai bidang.

Salah satu koordinator kegiatan David Bagaskara Pardede mengatakan, ia bersama tim mengajak masyarakat membuat pupuk kompos organik. Pasalnya, di sana banyak sisa makanan, sayuran yang terbuang. Belum banyak yang memanfaatkannya.

”Di sini sebagian besar menggunakan pupuk obat. Kami berusaha mengajak warga untuk membuat pupuk organik yang sederhana, simpel dan tidak merusak unsur tanah,” ujar mahasiswa Fakultas Pertanian tersebut di sela-sela kunjungan Rektor UGM Prof Ova Emilia.

Caranya, ia mengumpulkan sisa-sisa limbah organik rumah tangga seperti makanan basi, sayuran busuk, buah-buahan yang tak terpakai. Semua masuk ke dalam ember dan ditutup selama beberapa lama. Di bawahnya ada ember juga sebagai penampung lindi atau cairan hasil sampah organik. Cairan bisa dikeluarkan kemudian didiamkan selama sekitar dua minggu hingga bau tak enak hilang.

Read More

”Setelah bau tak sedap hilang barulah bisa untuk menyiram tanaman jangka pendek seperti sayuran. Cairan bisa disemprotkan pada tanaman atau disiramkan di tanah,” jelas David yang rumah tinggalnya tak jauh dari lokasi KKN.

Ternak Magot

Selain inovasi pupuk organik, mahasiswa juga mengajak warga membuat pupuk dari larva magot. Tim KKN membuat ternak magot, mengembangbiakkannya dalam wadah. Sisa makanan magot bisa menjadi pupuk sedangkan magot sendiri sebagai makanan ikan, burung, unggas. Kadar proteinnya tinggi sehingga membuat pertumbuhan hewan dan daya tahan tubuh kuat.

Rektor Ova Emilia yang berkunjung ke sana mengungkapkan kebanggaannya pada mahasiswa yang dapat berbaur dengan masyarakat. Penerimaan warga di lokasi KKN juga sangat baik, begitu pula aparat daerah termasuk Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom.

”Samosir mempunyai potensi besar di bidang pariwisata, agrowisdata, ekowisata karena berada di kawasan Danau Toba. Mahasiswa dapat mengajak masyarakat melakukan inovasi-inovasi tepat guna untuk mengembangkan potensi yang ada,” tutur Ova.

Bupati Timotius menambahkan Samosir, terutama di lokasi KKN memang memiliki sejumlah potensi yang bisa berkembang dengan melibatkan pihak lain. Pihak tersebut termasuk mahasiswa KKN UGM dengan berbagai inovasinya. Ini sejalan dengan kebijakan daerah yang memang mengembangkan wilayahnya sesuai potensi setempat.

Related posts

Leave a Reply