KKN UGM Jadi 8 SKS, Semula 3 SKS

Narasumber menyampaikan kebijakan KKN-PPM UGM di Pojok Bulaksumur / ist

JOGJA, SMJogja.com – Kampus pelopor Kuliah Kerja Nyata (KKN), UGM, menetapkan mahasiswa kini bisa mendapat rekognisi sebanyak 8 SKS dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Ini merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan.

Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr Ambar Kusumandari mengungkapkan hal itu dalam dialog Pojok Bulaksumur. Ia menjelaskan, kampusnya menjadi salah satu pelopor kegiatan KKN dengan cakupan lokasi hingga mencapai seluruh provinsi di Indonesia.

”Kebijakan penambahan jumlah SKS untuk kegiatan KKN-PPM dari tiga menjadi delapan menunjukkan komitmen kampus dalam menyelenggarakan KKN-PPM sebagai salah satu kegiatan pembelajaran yang tidak tergantikan,” tandas Ambar.

Ia mengatakan di beberapa perguruan tinggi mata kuliah KKN menjadi opsi, namun di UGM merupakan mata kuliah wajib. Ini menjadi salah satu penanda UGM sehingga tidak dapat digantikan dengan mata kuliah lain. Penambahan jumlah SKS menandakan pentingnya KKN-PPM.

Read More

Tuntutan Zaman

Kepala Subdirektorat Kuliah Kerja Nyata, Nanung Agus Fitriyanto PhD memaparkan dengan mengikuti kegiatan KKN-PPM, mahasiswa bisa memperoleh nilai dari komponen mata kuliah KKN-PPM. Jumlahnya sebesar empat sks KKN-PPM, Komunikasi Masyarakat sebesar dua sks, serta dua sks lainnya dari Penerapan Teknologi Tepat Guna ataupun Manajemen Ilmu Pengetahuan.

”Kebijakan tersebut sudah berlaku sejak KKN-PPM periode II. Saat ini KKN yang tengah berlangsung adalah KKN Periode III,” ujar Nanung.

Menurutnya KKN-PPM merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan menanamkan nilai-nilai kepribadian. Kecuali itu, menghasilkan mahasiswa yang mampu menganalisis permasalahan dan potensi dalam masyarakat, mempunyai empati dan kepedulian, mampu menerapkan ipteks melalui kerja sama lintas disiplin.

Penyelenggaraan KKN bersifat dinamis untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan dan tuntutan zaman. Hal ini terlihat dari tema program KKN yang bisa dikembangkan sendiri oleh mahasiswa bersama dosen pembimbing lapangan. Mereka harus menyesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah penempatan.

Related posts

Leave a Reply