Kopi Klathak Mas Fafa, Perpaduan Sate Klathak dan Kopi Khas Imogiri

JOGJA, SMJogja.com – Kopi klatjak? Biasanya yang ada sate klathak, tapi ini kok kopi klathak. Adakah hubungannya dengan sate klathak? Ini jawabannya.

Di pusat kuliner sate kambing Jalan Imogiri Timur, Jejeran, Pleret, Bantul, ada sesuatu yang unik. Warung Sate Klathak Mas Fafa menyuguhkan pilihan nglatak lan ngopi. Pengelola warung, Fajar Akhmad Mu’afi mengatakan kalau hanya menyajikan menu sate klathak sudah biasa. Namun mengkolaborasikan warung sate klatak dengan kedai kopi, ini baru beda dengan lainnya.

Sate Klatak Mas Fafa yang berdiri sejak 2009 terkenal citarasa daging kambingnya yang segar, empuk, dan tidak berbau prengus. Sate yang rasanya gurih ini hanya mengandalkan dua bahan utama sebagai bumbu yaitu garam dan bawang putih.

”Untuk pelengkap, sate disajikan dengan kuah gule, kocoran (sambal kecap cair yang diberi daun jeruk), bawang merah, dan lada bubuk. Daging yang digunakan juga selalu segar karena bila habis segera menyembelih kambing lagi,” ungkap Fafa, panggilan akrab Fajar.

Read More

Sejak Ramadan lalu ada tambahan kopi dengan racikan rempah spesial, Kopi ”Njepat”. Minuman baru ini ternyata langsung disukai para konsumen. Apa itu kopi ”Njepat”? Masih kata Fafa, kopi terbuat dari campuran biji kopi robusta pilihan terbaik yang spesial untuk penikmat kopi. Kopi Njepat cocok untuk pendamping menu sate klathak.

”Kopi Njepat, kopi racikan khusus spesial Sate Fafa kolaborasi dengan Sellie Coffe,” tandasnya.

Bikin Kemepyar

Minuman kopi ramuan Fafa membuat kemepyar, otak menjadi ”njepat”. Inspirasi berdatangan dan membuat pikiran lebih fokus. Kopi ini juga sangat cocok bagi orang yang butuh tambahan stamina saat nglembur tugas kuliah atau pekerjaan.

Varian kopi lain adalah kopi susu spesial dan es kopi soda.

Fafa menambahkan. Sate klathak menjadi kuliner buruan wisatawan ketika berada di Jogjakarta. Rasanya yang empuk dan gurih dengan dengan kuah gule yang segar membuat kuliner khas Dusun Jejeran Bantul ini kian spesial.

Daging kambing pilihan ditusuk dengan jeruji sepeda kemudian dibakar. Sate bakar disajikan dengan kuah gule dan bisa ditambah irisan bawang merah dan cabai rawit sesuai selera.

Sate Klathak Mas Fafa berlokasi di Jalan Imogiri Timur Km 9 Jejeran Pleret Bantul, tepatnya arah Selatan Terminal Giwangan. Tempatnya luas dan bersih, berada di area 7.500 meter persegi. Warungnya buka nonstop mulai pukul 10.00 – hingga 04.00 WIB dengan kapasitas tamu 150 orang.

”Ada juga ruangan untuk rapat-rapat dengan kapasitas puluhan orang,” ujar Fafa sembari menunjukkan ruangannya.

Sate klathak bukan menggunakan tusuk bambu melainkan jeruji sepeda agar proses pemasakan cepat mencapai kematangan. Setiap bagian dari seekor kambing memiliki cita rasa yang khas. Bagian-bagian tertentu cocok untuk masakan-masakan tertentu, misalnya, kepala, sayapan dan tengkuk (cengel) cocok untuk dimasak tongseng.

Selain menu sate klatak, menu lain yang bisa dipilih di Sate Klathak Mas Fafa, antara lain sate bumbu kecap, tongseng, kicik (tongseng dengan kuah sedikit), gulai jeroan, lelung (gule balungan), tengkleng super pedas.

Warung tersebut juga berfungsi sebagai peternakan dan tempat penyembelihan kambing untuk memenuhi kebutuhan warung. Beberapa saat lagi, ia bakal memadukan warung dan peternakan kambing di lahannya.

Related posts

Leave a Reply