Korban Perkosaan Dapat Bantuan Hukum, TIDAR Minta Polisi Usut Tuntas

Ketua PD Tunas Indonesia Raya (TIDAR) DIY Dara Ayu Suharto SH / ist

JOGJA, SMJogja.com – Ketua PD Tunas Indonesia Raya (TIDAR) DIY Dara Ayu Suharto SH prihatin atas kasus perkosaan terhadap difabel di Kota Jogjakarta. Ia minta polisi segera mengusut tuntas dan menahan pelakunya.

Ia menegaskan kasus perkosaan Kota Budaya telah menciderai komitmen bersama untuk mewujudkan perlindungan dan penghormatan pada disabilitas. Terlebih dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta No 4 Tahun 2012.

Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas telah disempurnakan dalam Perda tentang Pelaksanaan, Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dan juga Perda Kota Jogjakarta No 4 tahun 2019 tentang Pemajuan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas.

Lindungi Anak

Read More

”Kami berharap penegak hukum setelah mendapatkan bukti yang cukup hendaknya menetapkan status tersangka dan segera melakukan penahanan. Penahanan terhadap pelaku akan mengurangi trauma korban dan melindungi anak lain dari kemungkinan menjadi korban berikutnya,” ujar Dara yang juga anggota DPRD Sleman.

Dara yang didampingi Ketua Bidang Pengembangan peranan Perempuan Ari Widiyanti, juga meminta adanya pendampingan dan advokasi dari UPT PPA Kota Jogjakarta.

Ia sekaligus menyampaikan kesiapan Pengurus Daerah TIDAR DIY untuk membantu korban dan keluarganya dengan mempersiapkan beberapa advokat salah satunya Novi Alissa Semendawai SH. Ini dilakukan agar korban memperoleh hak-haknya sebagaimana ketentuan perundangan yang berlaku.

”Mudah-mudahan kasus ini bisa menjadi sarana kita untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan yang ada terkait perlindungan anak dan kota ramah anak. Pengurus Daerah TIDAR DIY siap bekerja sama dengan pihak terkait dalam upaya mewujudkan kota ramah anak dan kegiatan perlindungan anak,” imbuh Ari.

Related posts

Leave a Reply