Kota Sehat Rendah Emisi, Perbanyak Pedestrian dan Kurangi Kendaraan

Kota sehat perlu memperbanyak kawasan jalan kaki dan olahraga / Agung PW

JOGJA, SMJogja.com – Pembangunan ruang perkotaan di Indonesia sebaiknya tidak hanya memperindah fisik namun juga memperhatikan aspek kesehatan. Kesehatan dalam arti secara fisik, mental dan sosial.

”Karena itu kebijakan perencanaan pembangunan mengarah pada suasana kota yang sehat dan asri dengan memperbanyak jalan untuk pedestrian. Selain itu, mengurangi volume kendaraan, menyediakan fasilitas olahraga serta menyiapkan sarana dan prasarana untuk transportasi publik,” ungkap Tim Ahli Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Dr Sany Roychansyah, dalam webinar yang bertajuk Transportasi dan Perwujudan Kota Sehat.

Ia menjelaskan pembangunan kesehatan secara utuh yakni fisik, mental dan sosial akan menjadi target tujuan pembangunan kota untuk ruang kota dan wilayah. Sedangkan sarana transportasi sebagai penghubung manusia dalam berkegiatan dan yang fundamental memberikan arahan yang kontributif dalam perwujudannya.

”Mewujudan kota yang sehat yakni semua individu saling mendukung dalam menjalankan semua fungsi kehidupan dan mengembangkan potensi mereka,” tandasnya.

Read More

Dosen Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik UGM itu menambahkan pembangunan kesehatan perkotaan tidak hanya dari sisi kesehatan fisik. Namun juga dari kesehatan mental dan sosial kemasyarakatan.

Indikator Penilaian

Ia menyebutkan indikator penilaian pembangunan kota yang sehat dari sisi lingkungan fisik dengan persentase 10 persen, lalu faktor sosial dan ekonomi mempengaruhi hingga 40 persen. Perilaku hidup sehat sekitar 30 persen dan fasilitas layanan kesehatan 20 persen.

Indikator kota sehat ukurannya selalu dari status kesehatan, faktor risiko, lingkup layanan dan sistem kesehatan. Orientasi kota sehat juga perlu tinjauan pada karakteristik sosial, perencanaan spasial, kebijakan dan budaya.

Ia menambahkan sektor transportasi bisa berpengaruh mendukung konsep kota 15 menit. Seluruh fasilitas kota bisa diakses dalam waktu singkat 15 menit. Selain transportasi publik, jalur transportasi kota mengarah ke pedestrian. Ada zero carbon city, car free city, untuk mengurangi angka kendaraan dalam kota. Perlu pengembangan fasilitas olahraga melalui konsep sport city.

Related posts

Leave a Reply