Kurangi Ketergantungan LPG, Ganti Kompor Gas ke Listrik

Saatnya mengurangi penggunaan kompor gas guna mengurangi ketergantungan impor / Agung PW

JOGJA, SMJogja.com – Impor gas setiap tahun mengalami peningkatan. Ini menandakan ketergantungan masyarakat Indonesia pada gas sangat besar. Karena itu, perlu melakukan alternatif seperti mengkonversi kompor gas ke listrik.

Ketua Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada, Ir Sarjiya ST MT PhD mengungkapkan pendapatnya dalam webinar bertajuk ”Menuju Indonesia Bebas Emisi dengan Pemanfaatan Sumber Energi Listrik”.

”Ketergantungan impor gas LPG setiap tahun semakin meningkat, jumlah subsidi mencapai puluhan triliun rupiah. Konversi tabung gas ke kompor listrik mendorong peningkatan pemakaian listrik di kalangan masyarakat sebab saat ini beberapa pembangkit PLN mengalami kelebihan kapasitas daya listrik pasca proyek pembangunan proyek listrik 35 ribu Megawatt,” papar Sarjiya.

Ia menyatakan sepakat bila ada kebijakan ke kompor listrik untuk mengganti LPG. Pasalnya, 80 hingga 90 persen LPG merupakan hasil impor.

Read More

Sarjiya menyebutkan saat ini PLN mengalami kelebihan kapasitas produksi sementara kebutuhan listrik tidak begitu efisien. Kelebihan daya listrik yang dihasilkan mencapai 30-40 persen di beberapa PLTU. Kapasitas yang berlebih dengan investasi yang besar, risikonya peningkatan biaya.

Alat Transportasi

Proyek listrik 35 ribu Megawatt yang dicanangkan Pemerintah menurutnya cukup berhasil. Namun demikian, kapasitas pembangkit jauh melebihi kebutuhan.

Program elektrifikasi dengan penggunaan kompor listrik bisa memanfaatkan kelebihan kapasitas produksi listrik PLN. Selain penggunaan kompor listrik untuk skala rumah tangga, Pemerintah perlu mendorong penggunaan energi listrik untuk alat transportasi.

Pakar Energi Terbarukan dari Yayasan Purnomo Yusgiantoro Center, Filda C Yusgiantoro MBA PhD mengatakan realisasi kontribusi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional masih berada di bawah target. Selain itu batubara masih mendominasi bauran energi nasional Indonesia khususnya sektor pembangkit listrik Indonesia.

Padahal Indonesia memiliki sebagian besar sumber EBT dunia namun pemanfaatannya masih rendah. Potensi sumber daya sebesar 3.697 GW namun pemanfaatannya baru sekitar 11,6 GW atau 0,31 persen dari total potensi. Beberapa sumber energi terbarukan yang tersedia di Indonesia seperti energi panas matahari, energi angin, air, bio energi, panas bumi, energi gelombang laut dan energi nuklir.

Related posts

Leave a Reply