Laporan Terintegrasi, Tantangan dan Peluang Baru Bagi Perusahaan

SLEMAN, SMJogja.com – Perusahaan saat ini dituntut tidak sekedar menyajikan laporan yang  bersifat historis angka. Sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan, perusahaan juga harus membuat laporan pelaksanaannya.

“Sekarang, perusahaan fokus pada modal keuangan mereka. Kesuksesan juga bergantung pada sumber daya lain seperti keahlian SDM, kekayaan intelektual, dan interaksi dengan lingkungan dan masyarakat,” kata Ketua Program Studi Akuntansi Program Magister Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Arief Rahman, Jumat (25/11) 

Dalam beberapa tahun terakhir, seruan bagi perusahaan untuk mempertanggungjawabkan aktivitas mereka kepada pemangku kepentingan seperti pemerintah dan investor, semakin nyaring terdengar. Di lain sisi, pelaporan keuangan tradisional tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan bisnis. Oleh karena itu, pelaporan terintegrasi dihadirkan untuk mengisi kesenjangan tersebut. 

Pelaporan terintegrasi menyediakan platform untuk sarana komunikasi para pemangku kepentingan. Namun beberapa studi terbaru menyimpulkan, pelaporan terintegrasi atau integrated reporting hanya dipandang sebagai latihan untuk memastikan kepatuhan. Sejak dirilisnya Kerangka Kerja Internasional pada Desember 2013, kecepatan dan skala adopsi pelaporan terintegrasi terus meningkat. Tantangan dan peluang baru inilah yang dibahas dalam seminar bertajuk 1st International Conference on Accounting and Finance (INCAF) & 6th National Conference on Accounting and Finance (NCAF) yang berlangsung pada tanggal 24-25 November 2022. 

Read More

Acara yang diselenggarakan oleh Prodi Magister Akuntansi FBE UII ini membahas berbagai analisis, perspektif, dan hasil riset dari para akademisi, praktisi, pelaku usaha, dan regulator. “Kegiatan ini diharapkan memberi pencerahan dan solusi atas persoalan bangsa, sekaligus memberi kontribusi ilmiah yang bermanfaat bagi dunia akademik,” kata ketua panitia, Ayu Chairina Laksmi.

Pemakalah yang terpilih mempresentasikan penelitiannya dalam forum ini ada sebanyak 141 artikel dari beberapa universitas di Indonesia dan luar negeri antara lain Inggris, Hongaria, Malaysia, Austria, dan Spanyol. Disamping itu, UII juga menggandeng 28 universitas mitra sebagai co-host terdiri dari 1 universitas luar negeri yakni Nanjing Xiaozhuang University, dan 27 universitas lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. 

Adapun pembicara seminar yakni Prof Phil Hancock (Director of Student Experience in the UWA Busines School Australia), Zuni Barokah (Anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI), Stevanus Alexander Sianturi (Partner, Forensic, and Integrity Services EY), dan Rifki Muhammad (UII).

Related posts

Leave a Reply