Lihat Akar Persoalan, Sanksi ke Rusia Tak Menyelesaikan Masalah

Muhadi Sugiono / ist

JOGJA, SMJogja.com – Peneliti senior Institute of International Studies (IIS) sekaligus pakar studi Eropa, Muhadi Sugiono memberi penilaian atas aksi militer Rusia ke Ukraina. Ia melihat hal itu berakar pada kecemasan Rusia terhadap Ukraina yang akan bergabung ke NATO.

Bagi Presiden Putin, ekspansi keanggotaan tersebut merupakan sinyal ”pengkhianatan” negara-negara pemenang Perang Dingin terhadap Rusia. Negeri Beruang Merah tidak menghendaki terjadi perluasan NATO paska Perang Dingin.

”Aksi NATO yang melakukan ekspansi keanggotaan ke wilayah timur mengancam posisi Ukraina sebagai benteng terakhir bagi Rusia. Jika Ukraina bergabung dengan NATO, perbatasan di antara
Rusia dan NATO akan berhimpitan,” ungkap Muhadi.

Persoalan serius akan muncul bagi Moskow apabila Ukraina bergabung ke dalam NATO. Presiden Putin terlebih dahulu melancarkan manuver-manuver agresif, di antaranya menganeksasi Krimea, Donansk, dan wilayah-wilayah bagian timur guna menutup kemungkinan afiliasi NATO dengan Ukraina.

Read More

Barat Gagal

Menurut Muhadi, ada pembingkaian media yang cenderung menyoroti sikap agresif Rusia. Dia mengatakan sebaiknya melihat persoalan itu dari perspektif konflik dan perdamaian serta akar permasalahannya.

Salah satu alasan munculnya perang karena negosiasi antara AS dan negara-negara Barat gagal memperhatikan yang menjadi kekhawatiran Rusia. Rusia jelas tidak ingin Ukraina menjadi bagian dari
NATO.

”Krisis ini akan semakin kompleks apabila AS, Eropa, dan NATO terus menggunakan paradigma ‘menghukum melalui sanksi-sanksi ketat guna memancing perubahan sikap dan kebijakan Rusia. Cara berpikir ini tampaknya merupakan warisan eforia kemenangan perang Dingin AS dan sekutunya,” papar dosen UGM tersebut.

Usaha mengutuk dan menghukum Rusia menurut Muhadi tidak akan bisa menyelesaikan konflik. Pasalnya, sumber kekhawatiran Rusia soal perluasan NATO tidak menjadi perhatian AS dan negara-negara Eropa.

”Buka pintu negosiasi selebar-lebarnya agar AS dan negara-negara Barat dapat memahami apa yang menjadi kebutuhan Putin. Tanpa negosiasi, akibatnya justru akan fatal,” tegasnya.

Related posts

Leave a Reply