Lindungi Konsumen lewat Generasi Anti Bimbang

Bupati Sleman Kustini mengecek timbangan di Pasar Colombo, Jumat (4/3/2022) / dok

SLEMAN, SMJogja.com-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman mengisi Gerakan Awasi dan Teliti untuk Tertib Timbang (Anti Bimbang). Gerakan ini merupakan upaya bersama lintas generasi dan organisasi untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan konsumen dalam setiap transaksi.

“Dalam deklarasi gerakan ini, kami melibatkan berbagai elemen masyarakat sebagai wujud kepedulian terhadap pentingnya perlindungan konsumen dalam transaksi, khususnya jual beli yang menggunakan alat ukur atau timbangan yang telah bertanda tera sah,” jelas Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi, Senin (7/3).

Deklarasi Gerakan Anti Bimbang sudah dilaksanakan akhir pekan lalu dengan dipimpin langsung oleh Bupati Sleman. Ada 75 orang yang menghadiri deklarasi selaku perwakilan dari organisasi wanita, kepemudaan, pemerintah, dan unsur lainnya.Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, gerakan Anti Bimbang menjadi bukti komitmen pemkab untuk selalu tertib ukur dalam upaya memberikan perlindungan bagi konsumen.

“Gerakan ini adalah bagian dari sosialisasi pentingnya mengawasi dan memastikan kebenaran alat ukur, takar dan timbang dalam perdagangan,” ujarnya.

Read More

Menurut Kustini, upaya mengawasi dan mewujudkan tertib ukur dan tertib timbangan harus sinergi dilakukan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat selaku konsumen. Dia mengingatkan pengelola UPTD Pelayanan Metrologi Legal untuk melakukan pelayanan tera ulang secara berkala bagi masyarakat, maupun melakukan jemput bola di berbagai wilayah.

Para pengusaha juga diminta agar secara sadar dan tertib melakukan pengukuran. Sosialisasi terkait program ini sudah dilakukan di beberapa pasar tradisional diantaranya Pasar Colombo dan Pasar Condongcatur.

Related posts

Leave a Reply